Walikota: Jumlah Kendaraan di Kota Depok Hampir 1 Juta Kendaraan

Ilustrasi kemacetan di Jalan Juanda, Depok. (Istimewa)

DEPOK – Pemerintahan Kota (Pemkot) Depok pada awal Februari 2017 lalu mendapatkan penghargaan Wahana Tata Nugraha dari Kementrian Perhubungan atas keberhasilan dalam penilaian kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan tahun 2016. Meski begitu permasalahan kemacetan di Kota depok masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.

Demikian ditegaskan Walikota Depok Mohammad Idris dihadapan anggota dewan dan sejumlah pimpinan instansi pada Rapat Paripurna Istimewa yang digelar DPRD Kota Depok, Rabu (26/4/2017).

“Secara sistem transportasi kota kita sudah mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat, namun permasalahan lalulintas khususnya kemacetan masih kita rasakan bersama, faktornya sangat beragam dan bervariasi,” jelas Idris.

BACA JUGA:  Raperda Tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Segera di Ajukan ke Gubernur

Idris menyebutkan diantara faktor yang beragam tersebut, diantaranya adalah faktor penambahan penduduk yang pada tahun ini saja penambahan penduduk Kota Depok mencapai 4,7 persen. Selain itu penambahan jumlah kendaraan roda dua dan roda empat menurut Idris juga menakjubkan dan mebuatnya agak sedikit kaget.

“Jumlah kendaraan di Kota Depok yang tercatat di Samsat itu sebanyak 970.000 kendaraan, hampir 1 juta. Belum lagi yang tidak tercatat,” ujarnya.

Ditambah lagi permasalahan-permasalahan pelebaran jalan yang memang merupakan otoritas dari pemerintah pusat yakni jalan raya Sawangan, jalan raya Juanda, jalan raya akses UI dan jalan raya Bogor serta jalan Tole Iskandar. Dan juga jalan KSU sampai Pondok Rajeg.

BACA JUGA:  Laporan Pansus 5 Soal Raperda Kota Depok tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD

“Dan ini merupakan titik perhatian kami sehingga kami (bisa) mengurai satu per satu faktor penyebab dari permasalah kemacetan di Kota Depok ini,” jelasnya. (San)

Komentar

komentar