Wakil Walikota Depok Pantau Operasi Pasar Gas 3 Kg di Sukmajaya

Antrian warga Sukmajaya saat dilakukan operasi pasar gas 3 kilogram di wilayah Tole Iskandar, Kamis (6/4/2017). (Foto San/DepokPos)

DEPOK – Mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi di wilayah Depok, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama PT. Duta Raja Gass melakukan operasi pasar di wilayah Tole Iskandar atau persis didepan Masjid Baiturrahman, Sukmajaya, Kamis (6/4/2017).

Wakil Walikota Pradi Supriatna didampingi Kepala Disperindag A. Kafrawi dan Distributor Gas H. Yahya turut hadir memantau jalannya operasi pasar tersebut. Pantauan DepokPos dilapangan, ratusan warga turut mengantri demi mendapatkan gas elpiji 3 kilogram yang dalam beberapa hari terakhir seperti menghilang dari peredaran.

“Sudah seminggu terakhir susah banget cari gas, dimana-mana kosong, kalaupun dapat biasanya diwarung-warung kecil yang masih punya sisa stok gas melon (gas elpiji 3 kilogram – red),” ujar Ida (37 tahun), warga Sukmajaya yang turut mengantri.

BACA JUGA:  Zizara Gagas Ajang Cari Bakat "Face Of Muslimah"

Ida menambahkan dirinya juga bingung mengapa gas 3 kilogram bisa menjadi sangat susah didapatkan padahal setahu dia tak ada rencana kenaikan harga gas.

“Kalau (harga) mau naik terus agen mungkin nyetok itu biasa, atau mau hari raya biasanya agak susah juga nyari gas melon. Tapi ini kaga ada tanda-tanda harga gas mau naik, lebaran juga masih lama tapi gas susah banget didapet,” keluhnya.

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menyempatkan untuk berdialog dengan warga yang tengah mengantri. (Foto San/DepokPos)

Menanggapi masalah kelangkaan gas tersebut, Wakil Walikota Pradi Supriatna mengatakan bahwa apabila warga melihat adanya tindak kecurangan yang dilakukan agen atau distributor agar segera melaporkannya kepada pihak Pemkot.

BACA JUGA:  Zizara Gagas Ajang Cari Bakat "Face Of Muslimah"

“Jika ada Agen atau Distributor yang kedapatan menaikkan harga diatas ketentuan yang berlaku Rp 16.000 per tabung 3 kg, laporkan dan foto, kirim ke kami. Kami akan menindak lanjuti meneruskan kepada HISWANA depok untuk menutup usaha agen atau distributor tersebut. Apalagi jika kedapatan menimbun, ini akan berurusan dengan hukum,” tegas Pradi dilokasi.

Pradi juga meminta agar masyarakat yang lebih mampu untuk menggunakan gas elpiji 5,5 kilogram dan tidak turut menggunakan gas 3 kilogram, karena gas 3 kilogram memang diperuntukkan hanya untuk masyarakat menengah kebawah.

“Perlu adanya kesadaran bahwa peruntukkan gas 3 kg adalah bagi warga menengah kebawah, namun demikian justru keluarga yang mampu membeli gas ukuran yang 3 kilo, dimana seharusnya kelurga mampu beli gas ukuran 5,5 kilo,” ucap Pradi.

BACA JUGA:  Zizara Gagas Ajang Cari Bakat "Face Of Muslimah"

Untuk empat hari belakangan sekitar 13.440 tabung disiapkan mengantisipasi kelangkaan gas, dan kegiatan operasi pasar gas ini akan terus dilakukan hingga hari Jumat (7/4).

“Operasi pasar ini akan berakhir 7 April 2017, namun apabila masih diminta diperpanjang oleh pemda depok , kami siap untuk melaksanakannya, tambah H Yahman, pemilik Duta Raja Gas.

Wakil Walikota Depok saat makan siang bersama di Warung Tegal disekitar lokasi operasi pasar. (Foto San/DepokPos)

Usai melakukan inspeksi pasar, Pradi bersama danramil Sukmajaya, Wakapolsek Sukmajaya beserta jajaran dinas menyempatkan diri makan bersama di Warung Tegal (warteg) yang berada disekitar lokasi. (San/DepokPos)

Comments

comments