Tentang Menundukkan Pandangan

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh : Rodiyatul Maula (Mahasiswa STEI SEBI DEPOK)

Pemuda adalah tonggak dari sebuah kejayaan peradaban. Pemuda yang berakhlakul karimah, beraqidah kuat yang mampu membangun dan mempertahankan peradaban Islam. Namun jika kita melihat fenomena pemuda saat ini, untuk mempertahankan aqidah dan menciptakan karakter yang baik saja masih rapuh. Mereka larut dalam kenikmatan dunia dengan pergaulan yang bebas, mengumbar aurat, pelecehan, mengumbar perasaan dengan lawan jenis sehingga perzinaan di mana-mana dan marak terjadi di masyarakat tanpa rasa malu.

Penyebab utamanya hanya satu; yaitu ketidakmampuan untuk menjaga pandangan atau yang dikenal dengan istilah ghadhul bashor. Ghadhul Bashor menurut bahasa yaitu menahan, mengurangi, menundukkan pandangan. Dengan kata lain menahan dari apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk kita memandangnya.

Allah telah berfirman dengan jelas dalam Surah An-Nur:30-31:

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya,dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya,kecuali yang biasa nampak dari padanya…..”

Ghadhul Bashor atau menundukan pandangan sangatlah jarang bahkan bisa di bilang sulit untuk diaplikasikan di lingkungan masyarakat. Lalu apakah yang menyebabkan kita mengumbar pendangan? Yang pertama yaitu kita hanya mengikuti hawa nafsu dan ajakan syetan. Kedua yaitu jahil (tidak tau) terhadap akibat negatif dari mengumbar pandangan. Diantaranya bahwa mengumbar pandangan itu penyebab utama zina. Ketiga, kita hanya mengandalkan dan mengingat ampunan Allah dan lupa terhadap ancaman siksa-Nya. Keempat, melihat atau menyaksikan media yang mengandung unsur pornografi baik media cetak, elektronik atau internet.

Penyebab kelima yaitu tidak segera menikah atau menunda pernikahan bagi mereka yang sebenarnya telah siap. Selanjutnya yaitu sering berada di tempat-tempat bercampur baurnya laki-laki dan perempuan, Dan yang terakhir yaitu godaan dari lawan jenis berupa pakaian yang membuka aurat, ucapan atau gerakan tubuh yang menarik perhatian.

Apabila hal-hal di atas kita lakukan dan tanpa menjaga hati serta pandangan kita, maka banyak dampak negatif yang ditimbulkan. Seperti rusaknya hati, pandangan yang haram dapat mematikan hati, Bagaikan anak panah mematikan seseorang atau minimal melukainya. Seorang penyair berkata, “Kau ingin puaskan hatimu dengan mengumbar pandanganmu. Suatu saat pandangan itu pasti akan menyusahkanmu, engkau tak kan tahan melihat semuanya, bahkan terhadap sebagiannya pun kesabaran tak berdaya”. Bak percikan api yang membakar daun atau ranting kering lalu membesar dan membakar semuanya. Kemudian kita terancam jatuh pada zina. Lalu lupa Ilmu, ilmu merupakan cahaya, cahaya itu tidak akan menghampiri pada jiwa-jiwa yang kotor akan dosa. Dampak selanjutnya yaitu turunnya bala, merusak sebagian amal, menambah lalai terhadap Allah swt dan hari akhir dan yang terakhir kita di pandang rendah oleh syariat Islam apabila kita memandang hal-hal yang haram.

Agar semua itu tidak terjadi maka ghadhul bashor atau menundukkan pandangan sangat diperlukan. Karena ketika kita menundukan pandangan maka kita akan merasakan begitu banyak nikmat yang akan kita peroleh seperti kita mendapatkan mahabatullah atau cintanya Allah. Menundukan pandangan akan menambah kekuatan daya dan akal serta mempertajam firasat dan prediksi. Kemudian menundukan pandangan akan membersihkan dan mensucikan hati dari debu-debu kotoran syahwat serta daki-daki kelalaian. Dengan menundukan pandangan dan menjaganya akan menutup satu pintu dari pintu-pintu jahanam.

Pada praktiknya tidak mudah mengaplikasikan ghadhul bashor dalam kehidupan, Namun tidak menutup kemungkinan kita bisa menjaga hati dan menjaga pandangan kita. Berikut adalah langkah-langkah kita agar mampu menahan pandangan. Yang pertama hadirnya pengawasan Allah dan rasa takut akan siksa-Nya di dalam hati kita. Kedua adalah menjauhkan diri dari semua penyebab mengumbar pandangan dan menyakini semua bahaya mengumbar pandangan serta kita selalu ingat akan manfaat yang akan kita peroleh apabila kita menahan pandangan. Ketiga, selalu ingat pesan Rasulullah bahwa kita harus memalingkan pandangan ketika melihat yang haram untuk di pandang, memperbanyak puasa, kemudian kita harus bergaul dengan orang-orang salih dan menjauhkann diri dari persahabatan dengan orang-orang yang rusak akhlaknya. Dan yang terakhir kita selalu merasa takut dengan su’ul khotimah ketika meninggal dunia.

Dengan langkah-langkah yang sederhana di atas semoga kita dapat menjalankannya dengan istiqomah. Karena segala bentuk amal, baik ataupun buruk pasti akan berawal dari sebuah pandangan. Maka dari itu marilah menjaga pandangan agar pandanganNya tidak berpaling dari kita. Wallahu a’lam bish shawab.

Komentar

komentar