Konsern Permasalahan Anak dengan HIV, Kuldesak Gelar Acara “Ada Apa Dengan ADHA?”

Anak dengan HIV/Aids (ADHA) sedang mengikuti sesi dongeng dari relawan Kuldesak. (Foto ARC/Kuldesak)

DEPOK – Perlunya pengetahuan yang tepat tentang penanganan dan perawatan dengan metode yang tepat akan sangat membantu ADHA (Anak Dengan HIV/Aids) mendapatkan apa yang mereka butuhkan serta membantu orang tua/wali memahami cara-cara merawat ADHA. Atas dasar itulah komunitas Kuldesak menggelar acara bertajuk “Ada Apa Dengan ADHA” yang berlangsung pada Minggu, 14 April 2017 bertempat di Markas IMJ Kedai Ekspresi, Beji, Depok.

Demikian ditegaskan Ketua Kuldesak, Samsu Budiman, saat ditemui DepokPos disela-sela acara. Lebih lanjut Samsu mengatakan bahwa acara yang berisi hiburan untuk ADHA serta Hypnoterapy untuk para pendamping dan wali ini juga merupakan penguatan program untuk ADHA dan para pendampingnya.

BACA JUGA:  Laporan Pansus 5 Soal Raperda Kota Depok tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD

“Kita punya anak dengan HIV yang memang sangat perlu dibantu karena kebanyakan yatim piatu, dan pengoatan untuk anak dengan HIV ini masih menggunakan obat antiretroviral atau ARV untuk orang dewasa yang disesuaikan dengan berat badan,” jelas Samsu.

Selain untuk memberikan hiburan kepada ADHA, Samsu juga mengatakan ada pemberian nutrisi untuk anak-anak ini.

“Kalau untuk pendamping baik orang tua maupun wali kita adakan sharing dan hypnoterapi bagaimana merawat anak-anak dengan HIV ini dirumah,” tambahnya.

Terkait jumlah anak yang terjangikt HIV di Kota Depok, Samsu mengatakan bahwa data yang sudah dilaporkan ke Dinkes Depok dan Komisi Panggulangan AIDS Kota Depok ada 35 anak.

BACA JUGA:  Jajaran Pemuda Pondok Rangga Adakan 17-an dengan Meriah

“Namun sebulan ini kita menemukan lagi ada (total) 47 anak, jadi bertambah 12 anak dengan HIV yang terdata,” jelasnya.

Kuldesak sendiri menurut Samsu sudah bekerjasama dengan Dinkes Depok melalui program TOP (Temukan, Obati, Pertahankan).

“Jadi program TOP ini adalah Temukan yakni bagaimana kita menemukan ODHA atau ADHA, lalu Obati, bagaimana kita merujuk dan mengobati mereka lalu Pertahankan, yakni bagaimana kita mempertahankan pengobatannya,” jelas Samsu.

Permasalahan utama terkait ADHA ini sendiri menurut Samsu adalah kurangnya pemahaman yang benar dari masyarakat termasuk dari pihak keluarga si anak sendiri tentang bagaimana menyikapi dan memperlakukan mereka.

BACA JUGA:  Pemkot Akan Perbaiki Sistem Gaji PHL

“Masyarakat umum masih banyak yang kurang paham bahwa penualran HIV/Aids ini tidaklah semudah yang kita bayangkan, jadi masyarakat memiliki ketakutan (tertular) yang luar biasa,” jelasnya.

“Tak sedikit anak-anak ADHA ini yang terabaikan atau kasarnya terbuang dari masyarakat atau keluarga, disinilah kita sebenarnya sangat memerlukan semacam rumah singgah khusus untuk ODHA maupun ADHA, ini secara nasional sudah diterapkan di Sukabumi, kalau di Depok kita tidak bicara khusus dulu tapi “ada” dulu deh,” harapnya. (San)

Komentar

komentar