Kembangkan TOD dalam Transportasi Agar Pembangunan Lebih Baik

Yoga Adiwinarto dan Julius Warouw saat menjawab pertanyaan media seputar TOD (foto: BK/Depokpos)

Untuk perencanaan kota Jakarta yang lebih baik konsep pembangunan harus sesuai dengan sistim transportasi umum baik yang ada maupun yang terencana inilah yang disebut TOD (Transit Oriented Development). Oleh sebab itu Synthesis Development dan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) mengadakan Bincang santai yang mengangkat tema “Pengembangan Kawasan Berbasis TOD Menggerakan Perekonomian Jabodetabekā€, pada Kamis, (6/4/2017) bertempat di Synthesis Square, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Dalam kebijakan ekonomi Presiden Jokowi di masa pemerintahannya sekarang ini adalah mempercepat proyek strategis nasional, penyediaan lahan, penyederhanaan izin dan pembangunan infrastruktur di berbagai sektor termasuk transportasi. Sekarang ini banyak dibangun pelabuhan, jalan-jalan baru, jalur kereta sampai transportasi massal di 6 kota metropolitan dan 17 kota besar di Indonesia.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Turut Salati Jenazah Korban Lion Air

Adapun sembilan sistem transportasi massal yang sedang dikembangkan di wilayah Jabodetabek yaitu: Light Rail Transit (LRT) dikembangkan Pemprov DKI Jakarta, LRT kementerian Perhubungan, LRT Jababeka, Mass Rapid Transit (MRT), KA Bandara, kereta cepat, Automatic People Mover System (AMPS), Commuter Line, hingga Bus Rapid Transit (BRT).

“Seperti kita ketahui mengapa BSD dikembangkan, makin berkembang? Dikarenakan orang ingin berlomba dengan waktu 5 menit bisa sampai ke tol. Bagaimana supaya pengembangan ini bisa beradaptasi? Disinilah konsep TOD perlu disesuaikan,” ujar Yoga Adiwinarto Country Director ITDP Indonesia.

Lebih lanjut Yoga menambahkan, arah pengembangan yang berorientasi pada angkutan umum TOD merupakan keharusan. Konsep compact City, dan TOD dinilai Yoga sangat bagus untuk transportasi perkotaan.

BACA JUGA:  Agar Murid Mudah Diarahkan, Lima Hal Ini yang Harus Dilakukan

Dalam konsep Transit Oriented Development (TOD), penataan ruang diorientasikan pada pusat-pusat pelayanan angkutan publik bukan pada jaringan jalanan, sehingga memudahkan perjalanan bagi masyarakat yang berjalan kaki atau menggunakan sepeda untuk menuju pusat transit.

Tanggapan Julius Warouw, selaku Managing Director Synthesis Square tentang pandangan Yoga, “Synthesis itu melihat apa yang sudah dibangun cukup atau belum. kalau TOD dijalankan saya yakin kemacetan akan cair dan orang akan nyaman tinggal. Bukan hanya itu, dengan kelancaran dia pergi kerja, orang akan punya waktu cukup dan produktifitas meningkat,” ucap Julius.

Menjawab pertanyaan depokpos.com tentang adakah rencana Synthesis untuk TOD di kota Depok yang sedang berkembang. “Saya tidak punya lahan disana, tapi begini TOD itu semangatnya memindahkan orang-orang golongan menengah ke bawah kembali ke kota. Daerah Depok dengan kepadatan dan infrastruktur yang ada dia sebenarnya bisa jadi kota mandiri dan kalau jadi kota mandiri tentu konsep-konsep TOD sudah mulai harus dipertimbangkan dari sekarang untuk ada disana,” jelas Julius.

BACA JUGA:  Depok Canangkan Pembuatan 1 Juta Lubang Resapan Biopori

Selain itu menurut Julius, Depok punya potensi untuk menjadi kawasan yang mandiri sudah harus dipikirkan oleh pemerintah daerahnya, untuk menciptakan kawasan-kawasan TOD ini justeru sekarang belum telat. Kalau seperti Jakarta usahanya harus lebih banyak kalau buat Depok masih lebih linin untuk bisa mengikuti itu. (BKarmila/Depokpos)

 

Comments

comments