Karya Enam Desainer APPMI Tampilkan Parade Show di Jakarta Fashion & Food Festival 2017

Enam Desainer APPMI saat foto usai konpers : Vicky Soetono, Dyan Nugra, Yulia Fandy, Ida Giriz, Erdan dan Malik Moestaram (foto: BKarmila)

JAKARTA – Dalam rangka Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2017 Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) menampilkan karya para perancang APPMI pada Minggu (23/4/2017) bertempat di Ballroom Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading Jakarta Utara. Parade show yang mengusung tema SPELLBOUND menghadirkan karya desainer APPMI, antara lain: Vicky Soetono, Ida Giriz, Malik Moestaram, Erdan, Yulia Fandy dan Dyan Nugra.

Vicky Soetono dalam konpersnya mengatakan bahwa tema yang dibawakan Terpana, terinspirasi dari wanita-wanita sekelilingnya dan karya Vicky hadir dalam palet warna-warna pekat dengan sentuhan gold. “Disini leher jenjang dan garis bahu indah menjadi focal point. Keindahan sosok perempuan penuh pesona dalam rangkaian gaun-gaun cocktail yang anggun. Sebagai konsep dasar siluet feminin ciptakan garis luwes melebar di bagian bawah gaun didominasi bentuk bustier,” ungkap Vicky.

Kemudian Erdan, Gleaming Dream Inspirasinya didapat dari sebuah mimpi-mimpinya. Dalam mimpinya, ia melihat keindahan berlian yang memancarkan cahaya dan taburan warna-warna. Malam itu Erdan menampilkan 10 koleksi dengan warna Dusty Pink. Selain itu, bermacam-macam busana cocktail dan evening dress seperti: gaun pendek, gaun panjang, celana panjang yang menggunakan bahan sifon silk, tafeta silk, tule dan lace, dilengkapi ornamen payet, kristal, Embordery dan batu-batuan.

Koleksi Erdan dan para model dengan warna koleksi yang ditampilkan Dusty Pink. (foto: BKarmila)

Sedangkan desainer Ida Giriz melalui brandnya Zet Collection mengangkat tema Rhythm of Love. Sebanyak 10 koleksi ditampilkan dalam show malam itu, menggunakan bahan organza, lace dan satin bridal. “Inspirasi yang saya tuangkan dalam koleksi gaun bernuansa biru tua. Aneka detail mempercantik deretan gaun-gaun seperti menik-manik dan kristal swarovski. Aplikasi lain dari bahan lace yang memberi kesan mewah,” Jelas Ida Giriz bangga.

Lalu Yulia Fandy, dengan tema Poisenous yang artinya menawan dan graceful (anggun). Warna-warna yang dikeluarkan didominasi dengan warna hitam, warna gold dan warna biru. “Yang ingin saya tunjukkan disini lebih boldness jadi bagaimana perempuan menunjukkan kekuatannya mereka melalui warna-warna ini dan tentunya semuanya didominasi oleh siluet dan frills menunjukkan sesuatu yang berbeda,” kata Yulia yang menampilkan 10 koleksi uniknya.

Koleksi Ida Giriz dan brandnya Zet Collection dalam koleksi gaun bernuansa biru tua. (foto: BKarmila)

Selanjutnya Dyan Nugra, temanya Prety Gladiatore yang terinspirasi dari kecantikan dan kemegahan pada jaman kerajaan romawi kuno, tentara dan para anggota kerajaan banyak memakai busana dari bahan kulit dan metal. Warna yang dipakai warna tembaga, platinum, dan warna tersebut terbuat dari metal. Semua bahan-bahan didominasi antara lain: sintetic leather, tule, satin duches, embroidery, swarovski, beading, pearl dan metal.

Desainer Malik Moestaram pun mengangkat tema pigura, artinya lukisan ini sedikit agak berbeda dari lukisan-lukisan pada era sekarang karena banyak sekali mengambil background hitam. Dan pembukaan bunga-bunga itu yang menjadi inspirasi Malik. Warna yang diangkat adalah warna hitam, ornamen yang diangkat juga tidak mengambil warna-warna terang. Masing-masing desainer mempunyai spirit dan memberikan inspirasi yang luar biasa bagi kemajuan mode di tanah air. (BKarmila)

Komentar

komentar