IWAPI Jakarta Selatan Tampilkan Fashion Symphony Pertama Milik Pengusaha UMKM

Indira Hadi, Julie Laiskodat, Dewi Motik dan Perwakilan dari Sari Ayu Martha Tilaar usai konpers foto bersama. (foto:BK/Depokpos)

Untuk pertama kalinya IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) bekerjasama dengan Sari Ayu Martha Tilaar menyelenggarakan fashion show pertama, milik pengusaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) pada Rabu sore (12/4/2017) yang digelar di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Ballroom 1, Jl. Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mengusung tema yang bertajuk “Fashion Symphony 2017 present by IWAPI Jakarta Selatan ini, menghadirkan produk lebih dari 50 pelaku UMKM. Sejak Januari 2016 Asean membuka pasar bebas yang dikenal MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), IWAPI dan Sari Ayu Martha Tilaar sadar bahwa alat promosi yang tepat adalah salah satu prioritas utama agar tidak kalah bersaing dengan produk negara lain.

Julie Laiskodat, selaku ketua DPC IWAPI Jakarta Selatan mengatakan dalam konpersnya bahwa, “Acara hari ini saya seharusnya menggelar produk dalam arti jumlah produk itu berarti IWAPI Jakarta Selatan terdiri dari 200 anggota yang mana ada 50 orang ibu-ibu UMKM. Dan hari ini ditampilkan ada 25 desainer dari ibu-ibu UMKM itu sendiri, produk Indonesia, dari batik, tenun semuanya memang hasil dari karya bangsa kita,” jelas Julie.

Lebih lanjut Julie Laiskodat menambahkan, IWAPI itu bukan hanya terdiri dari fashion saja, juga ada kuliner. Tidak heran fashion ini sangat berbeda dengan yang lain, dalam arti misalnya: baju dari UMKM si A, sepatu dari UMKM si B, assessoris dari UMKM si C, dan di tangan mereka ada lulur spa atau kupu-kupu, maka dari itu digelar produk ditampilkan agar lebih menarik dikemas dalam Fashion Symphony.

50 Anggota IWAPI Jakarta Selatan setelah menampilkan produknya (foto: BK/Depokpos)

Adapun tujuan digelar Fashion Symphony 2017 menurut Julie bahwa ia ingin menunjukkan karena selama ini, orang-orang beranggapan barang-barangnya hanya dijual di pasar saja karena ibu-ibu UMKM. “Padahal tidak benar, nanti rekan-rekan media bisa melihat barang yang ditampilkan hari ini. Produknya tidak kalah dengan produk luar, kwalitasnya dijamin bagus, kita harus punya barang yang banyak diekspor keluar. Jangan hanya barang luar menjajah, kita juga ingin menjajah di kalangan lain,” ungkap Julie Mantap.

Sementara Indira Hadi, selaku Koordinator Acara Fashion Symphony 2017 juga mengatakan diadakan Fashion Symphony untuk mengapresiasi teman-teman IWAPI Jakarta Selatan agar orang-orang dapat melihat produk mereka. “Produk mereka patut mempunyai nilai lebih, semoga acara ini bisa memberikan motivasi bagi anggota IWAPI di Indonesia dan menjadi penghargaan untuk teman-teman IWAPI Jakarta Selatan khususnya menginspirasi wanita-wanita lainnya,” harap Indira.

Turut hadir dalam konpers tersebut, Dr. Dewi Motik PMSI, putri BR selaku pendiri IWAPI, menyatakan bahwa IWAPI didirikan sejak tahun 1975 (42 tahun). Diadakan acara ini Dewi Motik pun menyambut dengan senang hati. “Dukungan dari kita sebagai pendiri itu adalah suatu dukungan yang sangat diperlukan. Dari dulu kita cetuskan persatuan Indonesia, bahwa wanita memiliki peran penting dalam perekonomian. Bagi saya regenerasi harus dilaksanakan saya ingin agar generasi muda lebih baik dari sebelumnya,” ujar Dewi Motik, pendiri dan pengusaha terkemuka yang berasal dari Palembang ini tersenyum.

Untuk diketahui sampai hari ini anggota IWAPI memiliki hampir 200 orang anggota, dengan jumlah keseluruhan anggota IWAPI di Indonesia lebih dari 30 ribu pengusaha wanita terdiri dari 85% usaha kecil dan mikro, 13% usaha menengah dan 2% usaha skala besar. Berdasarkan hasil MUNAS VIII – IWAPI tanggal 16-17 September 2015, di Discovery Hotel Ancol dihadiri ± 1500 peserta dari 32 Provinsi, memutuskan terpilih kembali ibu Ir. Nita Yudi, MBA. Selaku Ketua Umum periode 2015 – 2020. (BKarmila/Depokpos)

Komentar

komentar