Isak Tangis Sambut Jenazah Warga Sukmajaya, Pendaki Tersambar Petir di Gunung Prau

Petugas sedang mengevakuasi tiga pendaki Gunung Prau uang tewas akibat tersambar petir, Minggu (23/4/2017). (Dok. Dok Polres Wonosobo)

DEPOK – Isak tangis menyambut kedatangan jenazah Deden Hidayat (31) yang tewas tersambar petir di Gunung Prau, Wonosobo, Jawa Tengah. Jenazah korban tiba di rumah duka di Jalan Benuang No.44, Sukmajaya Depok, Senin (24/4/2017).

Pantauan DepokPos dilokasi, warga setempat berjejal turut menyambut jenazah Deden dan beberapa anggota keluarga bahkan sempat pingsan lantaran tak kuat menahan kesedihan.

Asep Ramdani (42), kakak tertua korban mengatakan bahwa kabar duka itu didapatinya dari Tim Tagana (Taruna Siaga Bencana) Depok tadi malam, sekitar pukul 21:30 WIB.

“Saya dapat kabar dari Tim Tagana Depok. Dia bilang, katanya adik saya meninggal tersambar petir. Kita keluarga sempat kaget enggak percaya. Setelah dapat identitas dan info lebih lanjut kita percaya,” katanya pada wartawan di rumah duka.

Deden merupakan anak terakhir dari empat bersaudara. Dia belum berkeluarga dan bekerja di Pancoran Jakarta Selatan. Asep mengatakan, pada Jumat (22/4), dia pamit ke Jawa Tengah.

“Cuma bilang ke Jawa, nggak tahu kalau naik gunung,” jelas Asep.

Siang ini setelah sholat dzuhur, rencananya jenazah siap diberangkatkan ke TPU Kalimulya. Keluarga, dan tetangga berkumpul untuk mengantarkan jenazah almarhum Deden.

Deden merupakan salah satu dari tiga korban tewas tersambar petir di Gunung Prau, Dieng, Wonosobo. Dua korban lainnya adalah Aditya Agung Darmawan (30) dan Adi Setiawan (31), keduanya merupakan warga Cipinang Muara, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Selain tiga korban meninggal dunia tersebut, dua pendaki lainnya juga mengalami luka berat akibat tersambar petir.
Dua korban luka adalah Syaiful Ulum (35) asal Kampung Sumur No 49 Kelurahan Klendep, Jakarta Timur dan Danang (28) asal Cipinang, Jakarta Timur.(San)

Komentar

komentar