How To Be a Real Muslim

Ilustrasi. (Istimewa)

Pada saat ini ada beberapa model muslim dalam kehidupan kita. Banyak yang menganut Islam sebatas identitas diri atau menjadi muslim karena orang tua. Model-model muslim seperti itu terjadi karena mereka tidak faham arti keberadaannya sebagai muslim di dunia ini. Mereka tidak faham konsekuensi ketika sudah bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah swt dan Muhammad adalah utusanNya. Mereka juga tidak mengaplikasikan Islam dalam segala aspek kehidupan. Maka tidak heran banyak orang yang mengaku muslim tapi mereka merasa asing terhadap Islam.

Sebab ketidaktahuan itulah yang membuat mereka tidak menempatkan posisi sebagai muslim yang sejati dimana selalu melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Untuk menjadi muslim yang sejati tidak hanya mengandalkan faktor keturunan atau penampilan luar saja. Tetapi ada beberapa sifat yang harus dimiliki seorang muslim untuk menjadi muslim yang sejati. Seperti yang sudah dipaparkan dalam buku “Apa Bentuk Komitmen Saya kepada Islam” yang ditulis oleh DR. Fathi Yakan. Bahwasanya ada beberapa sifat yang signifikan yang harus dimiliki oleh setiap muslim agar pilihannya menjadi seorang muslim menjadi benar dan tulus.

Hal-hal yang perlu kita lakukan adalah mengislamkan aqidah kita. Dalam hal ini dapat disimpulkan dalam tiga kata yaitu percaya, takut, dan cinta. Percaya disini maksudnya kita harus percaya bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Allah swt dengan tujuan tertentu dan keberadaan kita didunia ini sebagai manusia adalah untuk mengenal Allah ‘azza wa jalla. Kita juga harus mengimani rukun iman dan yakin bahwa orang mukmin yang taat akan mendapat balasan surga dan orang kafir yang bermaksiat akan mendapat balasan neraka. Disamping kita mempercayai tersebut kita juga berusaha mengenal Allah ‘azza wa jalla dengan mengetahui nama-nama dan sifat-sifat yang sesuai dengan kebesaran-Nya. Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda yang artinya, “ Sesungguhnya, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, yaitu seratus kurang satu. Siapa pun yang menghafalnya maka akan masuk surga. Allah adalah tunggal dan Dia menyukai (bilangan) ganjil.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian takut disini maksudnya kita hanya takut kepada Allah tidak boleh takut kepada selain-Nya. Dari rasa takut ini kemudian akan timbul motivasi dalam diri kita untuk selalu menjauhi sesuatu yang dimurkai dan diharamkan oleh Allah. Dalam firman Allah QS. Al Mulk ayat 12 yang artinya, “Sesungguhnya, orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak tampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” Selanjutnya adalah ‘cinta’, hadirkan rasa cinta kepada Allah dan tanamkanlah dihati sehingga akan membuat diri ini semakin rindu kepada keagungan-Nya dan akan memotivasi kita untuk selalu berbuat baik serta memicu semangat berjhihad di jalan Allah yang tidak akan terhalang oleh gemerlap kehidupan ini.

Selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah mengislamkan ibadah kita. Dalam hal ini kita harus melakukan ibadah baik itu ibadah wajib atau sunnah dengan khusyuk sehingga kita akan merasakan hangatnya hubungan dengan Allah dan ibadah kitapun tidak sia-sia. Hadirkan pula hati kita Rasululla saw bersabda, “Allah tidak memandang shalat seseorang yang dilakukan tanpa menghadirkan hatinya sebagaimana ia hadir dengan badannya.” (HR. Al-Firdausi). Selain itu dalam segala urusan jadikanlah doa sebagai anak tangga kita menuju Allah karena doa adalah intisari ibadah.

Kemudian Islamkan akhlak kita. Akhlak adalah tujuan utama dari risalah Islam, Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadis, “Sesungguhnya, aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad). Kita sebagai seorang yang menganut agama Islam selayaknya berakhlaklah sebagaimana seseorang muslim karena pada dasarnya akhlak merupakan bukti dan buah dari keimanan. Dan tanpa akhlak ibadah yang kita lakukan hanya akan menjadi sebuah ritual biasa dan gerakan yang tidak memiliki nilai serta manfaat. Allah berfirman, “… Sesungguhnya, shalat mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar…” (QS. Al-Ankabut:45). Kemudian Rasulullah saw. menjelaskan dalam sebuah hadist “Apabila shalat yang dikerjakan oleh seseorang tidak dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar, maka ia akan semakin jauh dari Allah.” (HR. Thabrani). Untuk menjadi muslim yang sejati dalam berakhlak ada beberapa sifat yang harus kita miliki yaitu menjauhi perkara-perkara yang syubhat, menjaga pandangan, menjaga ucapan, malu, lapang dada dan sabar, jujur, rendah hati (tawadhu’), menghindari prasangka buruk, ghibah serta tidak mencari-cari kesalahan orang lain, murah hati dan dermawan, dan menjadi teladan bagi orang lain.

Masih ada beberapa hal yang harus kita islamkan yaitu keluarga dan rumah tangga. Kita juga harus mengalahkan hawa nafsu, dan yakin bahwa hari esok adalah milik Islam.

Begitulah langkah-langkah yang harus kita lakukan untuk menjadi seorang muslim yang sejati. Mengetahui itu semua menyadarkan kita bahwa masih banyak yang perlu kita benahi untuk menjadi muslim yang sejati. Selagi kita masih diberi kesempatan hidup oleh Allah di dunia ini gunakanlah kesempatan ini dengan baik dengan berusaha menjadi seorang muslim yang sejati dan berusaha untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wa jalla. Dan aplikasikan Islam dalam segala aspek kehidupan kita. Setiap manusia dapat menghadapi kematian kapan pun itu maka persiapkanlah untuk menghadapi kematian. Semoga kita merupakan salah satu yang meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Amiin.

Wallahua’lam…

Ditulis oleh: Nurul Ummah (Mahasiswa STEI SEBI)

Comments

comments