Andi Malewa: Jika Hingga Juni Masih Mandek, IMJ Akan Terapkan Kartu Bebas Ngamen Diluar Depok

(Foto: San/DepokPos)

DEPOK – Setahun berjalan sejak April 2016, atau tepatnya pada perayaan HUT Kota Depok ke-17 di Balai Kota Depok tahun lalu, Depok Supercard (Support Performance Card) atau yang lebih dikenal dengan Kartu Bebas Mengamen secara resmi diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bekerja sama dengan Institut Musik Jalanan (IMJ).

Namun teramat disayangkan ketika program yang sangat bagus ini menjadi seperti berjalan ditempat karena kurangnya dukungan dari Dinas terkait di Pemkot Depok serta pelaku usaha di Kota Depok yang terkesan cuek.

Kepada DepokPos, pendiri IMJ Andi Malewa mengutarakan kekecewaannya dengan kinerja dinas-dinas terkait di Pemkot Depok serta pelaku usaha yang terkesan menyepelekan program yang digagasnya ini.

BACA JUGA:  Sang Alang Rilis Lagu ‘Sontoloyo’ dengan Nuansa Karnaval

Sebagai contoh Andi menyebutkan bahwa pada acara sosialisasi memperkenalkan Depok Supercard beberapa waktu lalu di D’Mall Depok, dari 200 pelaku usaha pengelola mall, restoran, cafe dan hotel yang diundang hanya sekitar 30-an yang hadir.

“Ini menunjukkan masih kurangnya animo dan antusias pelaku usaha untuk mendukung program Kartu Bebas Ngamen ini,” ujar Andi saat ditemui di markas IMJ, Minggu (16/4/2017).

Lebih lanjut Andi mengatakan bahwa kunci keberhasilan program ini adalah kerjasama serta koordinasi yang baik dari semua pihak untuk lebih serius mensosialisasikan program ini.

“Hanya satu-dua orang saja dari dinas-dinas terkait yang tampak antusias menjalankan program ini, selebihnya terkesan cuek. Padahal untuk bisa berjalan, kita butuh koordinasi yang baik antar dinas di Pemkot mengingat program ini melibatkan banyak dinas terutama Satpol-PP sebagai ujung tombak,” keluhnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Turut Salati Jenazah Korban Lion Air

Andi juga menyebutkan dirinya sudah berulang kali mencoba berkoordinasi dengan pihak-pihak tersebut, padahal menurutnya kendala utama yang akan dihadapi adalah dimana menempatkan para pengamen penerima Depok Super Card, untuk bisa mengamen di lokasi yang diterima dan ditentukan oleh Pemkot Depok.

“Jangankan untuk menemui, menjawab (via telepon – red) saja sulit. Ini jadi tekesan menyepelekan,” ujarnya.

Meski begitu, Andi mengatakan meski dukungan dari Pemkot Depok masih sangat minim, dia bersama IMJ akan tetap menjalankan program ini walau harus bekerja sendirian.

BACA JUGA:  Pasien Rawat Jalan RSUD Depok Sekarang Bisa Daftar Online, Ini Caranya!

“Namun jika hingga bulan Juni Depok Supercard ini masih mandek atau belum bisa berjalan, IMJ akan menerapkan program ini di Kota lain selain Depok” tegasnya.

Andi mengatakan hingga saat ini dirinya bersama IMJ sudah mendapatkan banyak tawaran untuk menjalankan program ini di Kota lain namun dia ingin lebih dulu menerapkannya di Depok mengingat IMJ lahir dan besar di Depok.

“Program ini menarik minat banyak pihak dan kota-kota lain yang juga ingin melaksanakan, kami sangat menghargai upaya keras Pak Wali dalam menjalankan program ini, namun tak mungkin berjalan kalau dinas-dinasnya mandek,” pungkasnya. (San)

Comments

comments