Warga Depok Kebingungan Mau Naik Ojek Online Darimana

Ilustrasi. (istmewa)

DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sudah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Angkutan Orang dengan Sepeda Motor. Perwal tersebut berlaku efektif mulai hari ini, Rabu (29/3).

Perwal yang terdiri dari delapan pasal ini diantaranya berisikan larangan kepada angkutan roda dua aplikasi atau ojek online untuk melakukan pengangkutan di ruas jalan yang dilalui oleh angkot. Selain itu, ojek online dilarang untuk parkir dan berhenti di bahu jalan atau di halte bus.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Elly Adriani Sinaga menuturkan bahwa pihaknya mengapresiasi keluarnya Perwal Nomor 11 Tahun 2017. Elly mengatakan bahwa transportasi roda dua memang masih menjaxi masalah. Namun, untuk pengelolaannya diserahkan kembali kepada pemerintah di kabupaten/ kota masing-masing agar tercipta suasana yang kondusif.

BACA JUGA:  Taufiek Bawazier: 80% Bahan Baku Plastik di Indonesia Masih Impor

Disisi lain, Perwal ini justru memicu kebingungan para penumpang ojek online di Depok. Satu diantaranya adalah Mia, ibu satu anak ini bingung jika ojek online dilarang mengambil penumpang di pinggir jalan.

“Saya kalau ke mall naiknya pasti dari pinggir jalan mall. Kalau sekarang ini tidak boleh, lalu saya harus naik darimana, dong? Padahal adanya ojek online ini sangat membantu saya untuk mendapatkan transportasi yang cepat, murah, dan nyaman,” ujar warga Kecamatan Limo ini.

Sementara Ketua Paguyuban Salam Damai Angkot D-09 Agus Hariyono menuturkan bahwa Perwal ini masih tetap tidak berpihak pada angkot. Perwal dinilai tidak jelas karena tidak menjelaskan dimana angkutan online dapat berhenti dan mengangkut penumpang.

BACA JUGA:  Pasien Rawat Jalan RSUD Depok Sekarang Bisa Daftar Online, Ini Caranya!

“Tujuh puluh persen penumpang kami sudah tergerus karena ojek online ini. Solusinya harusnya jelas jangan seperti ini. Kan di undang-undang disebutkan bahwa kendaraan roda dua itu tidak boleh digunakam untuk angkutan umum. Lha ini harusnya tidak boleh dilanggar. Kok sekarang malah jadi tambah banyak saja ojek online itu,” papar Agus. (Ria/DepokPos)

Comments

comments