Pradi: Peraturan Soal Ojek Online Dibuat Untuk Cegah Konflik Horizontal

DEPOK -Isu tentang rencana aksi demo supir angkutan kota (angkot) di Depok yang sedianya akan dilakukan hari ini, Rabu (29/3) urung dlakukan. Rencana demo tersebut tidak terjadi lantaran Pemkot Depok telah mengeluarkan Peraturan Walikota Nomor 11 Tahun 2017.

Perwal yang terdiri dari delapan pasal ini diantaranya berisikan larangan kepada angkutan roda dua aplikasi atau ojek online untuk melakukan pengangkutan di ruas jalan yang dilalui oleh angkot. Selain itu, ojek online dilarang untuk parkir dan berhenti di bahu jalan atau di halte bus.

BACA JUGA:  Ini Kondisi Pensiunan PNS yang Tinggal di "Kandang Kambing"

Pemerintah Kota Depok melalui Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna beralasan bahwa Perwal ini dibuat untuk mengantisipasi terjadinya konflik horizontal yang mungkin terjadi seperti di daerah lain beberapa waktu terakhir ini. Kendati demikian, Pradi menolak jika dikatakan Perwal ini dibuat dalam waktu yang sangat cepat serta dalam keadaan dibawah tekanan.

“Kami mengatur beberapa hal. termasuk juga mendorong agar para ojek online dapat menyediakan tempat untuk mangkal sehingga tidak berhenti di sepanjang jalan. Kami juga menjaga estetika kota. Apalagi kota ini juga dihadapkan pada masalah kemacetan,” ujar Pradi usai Rapat Sosialisasi Perwal dan Permenhub Nomor 32 di Balaikota Depok, Rabu (29/3).

BACA JUGA:  Kementerian ESDM Sosialisasikan EBT ke Mapala se-Indonesia

Lebih lanjut Pradi mengatakan bahwa Perwal ini juga melarang ojek online mengangkut penumpang di terminal dan di ruas jalan yang dilalui oleh angkot. Untuk itu, Pemkot Depok juga mendorong agar pihak pemilik usaha mall dan restoran untuk melakukan pembicaraan atau komunikasi dengan penyedia jasa angkutan transportasi online agar dapat menyediakan tempat untuk menjadi tempat berkumpulnya para angkutan online ini. Sehingga tetap dapat mengangkut penumpang tetapi tidak di pinggir jalan.

“Kami tidak ingin ada konflik. Jangan saling berbenturan di lapangan. Kami sangat prihatin jika terjadi bentrokan. Apa yang terjadi di daerah lain menjadi acuan kami mengeluarkan Perwal ini,” tutur Pradi.

BACA JUGA:  Ayyas Kecil Menempuh Ratusan Kilometer Untuk Mengungsi

Para penumpang, lanjut Pradi, juga diminta agar tertib dan memahami untuk tidak naik dan turun di sembarang tempat apalagi di badan jalan yang sudah jelas dilarang. “Kami mau atur semua agar tertib. Semua kembali kepada pribadi masing-masing, mau atau tidak diatur,” pungkasnya. (Ria/DepokPos)

Komentar

komentar