Mengenal Konsep Uang Dalam Islam

Ilustrasi (Istimewa)

Sebelum manusia mengenal istilah uang dan melakukan system perdagangannya dengan uang, manusia lebih dahulu melakukan system perdaganganya dengan cara barter. Barter yaitu system pertukaran barang dengan barang atau barang dengan jasa atau sebaliknya. karena kurang efisien akhirnya terpikirkanlah alat tukar menukar yang disebut dengan Uang.

Uang sendiri menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah alat penukar atau standart pengukur nilai yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu Negara berupa kertas, emas, perak atau logam lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu.

Sedangkan dalam fikih islam, uang biasa disebut dengan nuqud atau tsaman. Secara umum, uang dalam islam adalah alat tukar atau transaksi dan pengukur nilai barang dan jasa untuk memperlancar transaksi perekonomian.
Dalam Islam konsep uang dibagi menjadi 2 (dua) kategori, yakni

BACA JUGA:  Pelayanan Satu Hari Akta Kelahiran Kembali Digelar di 4 Kelurahan di Depok

Pertama, uang adalah sesuatu yang mengalir (money as flow concept), dimana uang harus berputar terus menerus sehingga dapat mendatangkan keuntungan yang lebih besar. Semakin cepat uang beredar maka semakin banyak pendapatan yang akan didapat. Oleh sebab itu uang harus di investasikan ke dalam sektor riil. Uang tidak boleh di simpan atau di timbun untuk memperkaya diri sendiri karena Allah berfirman :

“ Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya di jalan Allah, maka beri mereka kabar gembira berupa azab yang pedih.” (QS At-Taubah [9] : 34).

BACA JUGA:  SBR Konsep Perayaan HUT ke-73 TNI dengan Ide Inspiratif untuk Tingkatkan Ekonomi Negara

Bagaimana jika menyimpan uang untuk tujuan menabung, menyimpan uang dengan tujuan menabung sangat boleh bahkan di anjurkan. Seperti dalam salah satu hadits Rasululullah SAW.

“……Rasulullah saw pernah membeli kurma dari Bani Nadhir dan menyimpannya untuk perbekalan setahun buat keluarga…. (Hadis riwayat Bukhari),

Karena ketika seseorang menyimpan uangnya untuk tujuan menabung, maka disitu sudah ada tujuan mengapa dia menabung dan akan ada rencana untuk memutar atau mengeluarkan uang tersebut.

Kedua, uang sebagai milik masyarakat umum (money as public goods) bukan monopoli perorangan (private goods). Artinya seseorang tidak dibenarkan untuk menumpuk uang atau dibiarkan tidak produktif karena dapat menghambat jumlah uang yang beredar, dan harus selalu diputar untuk usaha. Uang yang terus berputar akan menjaga stabilitas ekonomi.

BACA JUGA:  Ijtima Ulama II Siap Digelar Akan Hadirkan Prabowo dan Sandiaga Uno

Ketika seseorang menumpuk uang, uang tersebut semakin lama akan semakin berkurang. Karena dalam islam ketika uang sudah mencapai nisab dan haul tertentu, maka akan ada kewajiban zakat. Oleh sebab itu islam memerintahkan untuk menyalurkan uang, baik dalam bentuk investasi, sedekah, wakaf dll. Supaya uang terus berputar dan menghasilkan nilai tambah yang bermanfaat. serta untuk menjaga stabilitas ekonomi Negara. (Hurie)

Comments

comments