Menabung Rindu

Ilustrasi. (Istimewa)

DEPOK – Ini adalah sebuah artikel yang ku persembahkan untuk semua para pembaca. Dimana, larangan itu sudah jelas adanya. Jangan kau sentuh lagi, Jangan.

Sebuah rindu itu telah tersulam dengan pertemuan. Kadang manusia membuktikan bahwa sebuah kerinduan bisa tersulam dengan pertemuan. Namun, tahukah? Sebait doa yang kita sampaikan untuk seseorang nan jauh di sana dapat tersampaikan. Percaya, husnudzon terhadap nya.

Di sebuah kisah, ku lihat seseorang memutuskan jauh silaturahmi nya. dalam lingkaran itu ada larangan, memang pada dasar nya perpisahan harus menjadi pilihan. Sebut saja si “LANGIT” setiap hari nya menerangi bumi dengan cahaya nya. namun, juga memberikan kegelapan kepada penghuni bumi. Dimana sosok langit akan di rindukan dengan kehangatan dan kesejukannya. Ya! Dia lah Rindu.

BACA JUGA:  Setiap Tahun Rp225 trilyun Terbakar Sia-sia

Sepasang sejoli yang memadu kasih. Mungkin sebagian orang memaknai nya ini adalah sesuatu yang buruk. Ya! Buruk. Karena dalam islam sendiri, tentu sudah tahu bahwa memadu kasih dengan bukan mahram nya adalah haram. Jelas! Dalam Al-Qur’an.

“Mungkin, jika langit tak saja merindu. Cukup ku tabung rindu ini. Sampai yang Allah Persiapkan di Lauhul Mahfudz sana datang menemui keluargaku di rumah”

Hijrah itu memang sulit. Jika seinstan mie instan. Bahkan mie instan pun sebelum di makan tak seintans yang di bayangkan. Begitulah dengan Hijrah. Selalu ada proses dan tahapan nya dalam berubah menjadi lebih baik.

BACA JUGA:  Pengembangan Lingkungan Masyarakat Melalui Program Bedah Rumah

Masih pacaran ? sebenernya pacaran ada sejak abad kapan sih. Itu budaya Negara Indonesia kah ? yang notabena nya mayoritas penduduk muslim. Bukan, Indonesia tak secacat itu. Budaya Indonesia ramah dan santun. Budi pekerti, baik akhlak nya. namun, pada realita nya pacaran memang sudah lazim di kalangan masyarakat kita. Terutama pada kalangan remaja.

Sudah, kembali kepada si “LANGIT” yang tadi nya memutuskan untuk meninggalkan seseorang yang ia cinta itu. Demi ketaatannya kepada sang pecipta ia pun meninggalkan yang orang bilang “Sepasang Sejoli” itu kemudian ia tabung rindu itu dalam-dalam. Ia putuskan untuk menabung rindu itu dalam sebait doa.

BACA JUGA:  Setiap Tahun Rp225 trilyun Terbakar Sia-sia

Hijrah! Ya.

Semenjak berada dalam lingkaran itu aku merasakan ketaatan dan keistiqamahan yang harus ku jaga. Sampai tua nanti, sampai generasi ku juga merakan apa yang ku rasa. Sampai generasi ku mengisi masa muda dan masa remaja nya tanpa si “LANGIT” yang lazim di sebut pasangan sejoli. Itu bukan pasangan, belum ada ikatan yang halal antara si “LANGIT”.

Hijrah! Ya.

Si “LANGIT” pun meninggalkan pasangannya demi ketaatan kepada peciptanya. Mari tabung rindu kepada siapapun itu sedalam-dalam nya. dalam sebuah bait doa.

Reni Marlina (Writer Executive Media)

Komentar

komentar