Marah, Sedih dan Bergembiranya Rasulullah SAW

(Istimewa)

Rasulullah Muhammad SAW adalah satu sosok yang paling layak kita rindu dan teladani sungguh tak terbalas kecintaan, kasih sayang, dan pengorbanan beliau kepada kita, beliau adalah pelita yang menerangi dan menyatukan kita dalam akidah islam hingga menjadikan kita orang-orang yang bersaudara dalam ikatan iman. Walaupun kita tak pernah bertemu dan menatap wajah Rasulullah namun dari sirah sirah kehidupan beliau dapat kita rasakan betapa indah dan berkesannya hidup bersamaRasulullah SAW. Semoga kita kelak bisa bersama beliau di syurga-Nya Aamiin. Beliau juga adalah kunci kecintaan Alloh akan turun kepada kita , tentunya setiap insane menginginkan itu ya kecintaan dari Dia yang member cinta yaitu Alloh SWT. lalu agaimanakah crania InsyaAlloh akan sedikit dikupas dibawah ini selamat membaca.

Dalam sebuah ayat Alloh berfirman:
“Katakanlah hai Muhammad jika engkau mencintai Alloh maka ikutilah aku, maka Alloh akan mencintaimu dan mengampuni dosa dosamu danAlloh maha pengampun lagi maha penyayang” (ali-imran 31).

Dengan membaca ayat diatas sungguh bisa ketahui apasebenarnya yang harus kita lakukan, ya ittiba’urrasul atau mengikuti Rasulullah SAW dengan cara apa ? melaksnakan segala perintah dan juga menjauhi larangan nya dan meneladani segala kesempurnaan ahlaq beliau Karena sesungguhnya Rasul SAW adalah uswah hasanah atau prototype yang sempurna yang apabila kita mengikutinya pastilah kita akan termasuk golongan orang yang beruntung baik didunia dan di akhirat. Nabi Muhammad sebagai contoh dalam berbagai kondisi beliau pernah menjadi penggembala, pedagang, saudagar kaya, orang yang terpercaya, kemudian dikucikan ditinggalkan orang terkasih .lalu bagaimanakah RAsul melalui fae itu yang tetunya harus kita teladani. insyaAlloh akan dipaparkan beberapa poin yang akan mewakili setiap keadaan dan mudah di reflekskan dalam kehidupan kita.

Ketika Rasulullah bersedih

Pernahkah anda mendenar kisahnya ? pernahkah anda mendengar istilah ‘aamul hizni atau tahun kesedihan ? pernahkah manda enyaksikan itu.? Ya layaknya manusia biasa Rasulpun pernah mengalami hal itu, kesedihan yang mendalam namun tetap dalam koridor normal karena kita tahu bahwa rasulullah ada didalam bimbingan wahyu. Kapankah beliau mengalami masa itu dan melewatinya ?

Ketika keluarga beliau, meninggal mulai dari kepergian paman nya abi thalib tak berselang lama masih ditahun yang sama istri beliau tercinta Ibunda Khadijah,(inilah yang disebut tahun kesedihan) kemudian putera beliau Ibrahim, dan masih banyak lagi yang tak bisa disebutkan disini.

Air mata beliau menetes ketika menyaksikan keluarganya meninggal, pada saat paman beliau hamzah meninggal rassul begitu terpukul menagis seraya berkata tidak pernah aku mendapat musibah yabg lebih tragis daripada ini . inna lillahi wainna ilaihi raji’un. Kembali pada keyakinan dan kesadaran bahwa apaun yang mita miliki saat ini, hakikatnya adalah milik Alloh dan akan kembali pada Alloh.

Ketika Rasulullah gembira dan tertawa

Nabi Muhamad adalah sosok yang ceria dan penggembira, sehingga orang-orang diskelilingnya menjadi nyaman berada disamping beliau ada beberapa episode dimana kita akan tersenyum tersipu menyaksikannya ketika ia bersama istrinyaibunda Aisyah RA lomba lari, taukah anda ? yah hal itu pernah terjadi dandiceritakan oleh Aisyah dalam sebuah riwayat. (Hadits mursal).

Ada beberapa adab tertawa yang perlu kita perhatikan disini sebhagia apapun Rasul beliau belum pernah tertawa terbahak-bahak. Dan tak lupa mengucap syukur terhadap apa yang tekah dicapai karena pertolongan Alloh lah semuanya itu bisa kita capai

Ketika Rasulullah marah

Taukah anda bagaimana Rasul memanage cinta dan benci ? cinta dan amarah ? rasul pernah bersabda “orang yang paling kuat adalah orang yang bisa menahan amarahnya”. Ketika itu setelah perang hunain Rasul membagikan harta rampasan perang seorang pria dari bani tamim yang berjuluk Dzul –khuwaisirah datang dan berdiri melihat ia berkata aku telah melihat apa yang kamu perbuat hari ini. Oya ? bagaimana menurutmu ? Tanya beliau. Aku melihatmu tidak adil. Jawab orang itu. Mendengar hal itu beliau marah. Sambil membalikan telapak tangan beliu bersabda “berhati-hatilah jika aku tidak adil, siapa orang yabg adil setelahku ,? ….. al-hadits (HR. Alhakim)

Dari anas RA bahwa Rasul SAW bersabda : Barangsiapa yang bisa menahan amarahnya Alloh akan menahan dirinya dari siksa-Nya (HR. Thabrani)

Ada beberapa tips untuknmengendalikan amarah ini, yaiu ketika kita atau salah seorang diantara kira marah, posisi badan sedang berdiri maka cepatlah ambil posisi duduk dan berusaha untuk tetap tenang apabila masih marah segera ambil wudhu karena amarah itu datang nya dari syetan dan syetan akan pergi dengan air wudhu. Apabila masih marah pula, sholatlah dua raka’at karena shalat itu menenangkan.

Itulah beberapa gambaran sikap rasulullah dalam beberapa kondisi mudah-muadahan kita dapat melakukan apa yang telah dicontohkan rasulullah SAW kepada kia dan bisa mendapatkan syafa’at diyaumul akhir. Aamiin

Muhammad Iqbal Nurdin

Comments

comments