HKTI Komitmen Tingkatkan Daya Saing Wanita Tani Indonesia Hadapi Pasar Bebas ASEAN

Dewan Pimpimpinan Pusat Wanita Tani Indonesia HKTI mendorong daya saing kelompok wanita tani Indonesia dalam memanfaatkan peluang di era pasar bebas ASEAN. Hal tersebut disampaikan oleh Anita Ariani Wakil Ketua Umum Wanita Tani Indonesia saat menggelar Rapat Kerja Wanita Tani HKTI di Jakarta Rabu, (22/03/2017).

“Wanita Tani Indonesia HKTI mempunyai komitmen dalam meningkatkan daya saing wanita tani dan keluarganya, hal ini bisa meningktakan kualitas pendidikan, kualitas ekonomi dan kualitas lingkungan hidup,” jelas Anita melalui rilis yang diterima DepokPos.

Anita yang juga Ketua Bidang Perempuan DPP Partai Gerindra ini menyatakan pihaknya akan segera membentuk data base Wanita Tani Indonesia dan akan membentuk Dewan Pengurus Daerah (DPD) Wanita Tani Indonesia diseluruh Provinsi, kabupaten dan Kota seluruh Indonesia, yang selanjutnya memfasilitasi pertanian program Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan bagi perempuan setempat.

Menurut Anita, pembentukan pengurus pada Provinsi sampai tingkat kecamatan dan desa akan segera dilakukan, untuk mempercepat realisasi gagasan pengembangan ekonomi perempuan berbasis pertanian. Ia menyebutkan pengembangan ekonomi perempuan berbasis pertanian dengan menggandeng pemerintah setempat, untuk melibatkan perempuan dalam pengelolaan dan pemanfaatan lahan-lahan pertanian budi daya. Bahkan, kata dia umumnya masyarakat pedesaan telah memiliki lahan pertanian yang siap dikembangkan untuk peningkatan ekonomi.

“Lahannya sudah ada, adanya ya di desa karena mayoritas masyarakat kami bekerja di sektor pertanian. Nah, ini akan menjadi modal bagi pemerintah dalam pengembangan ekonomi berbasis pertanian bagi kaum perempuan,” ujarnya lagi.

Pihaknya juga akan membentuk gabungan kelompok tani khusus perempuan di daerah tersebut, untuk menggarap lahan dengan komoditas tertentu yang ingin dikembangkan.

“Ke depan setiap perempuan yang tergabung dalam kelompok tani memilih satu komoditas unggulan untuk ditanam dan dikembangkan sesuai dengan keinginan kelompok menjadi komoditas unggulan setiap kelompok tani,” katanya lagi.

Wanita Tani Indonesia HKTI merupakan bagian intergral dari HKTI, yaitu Badan Khusus (Bansus) yang mempunyai otonomi dalam merancang dan melaksanakan program organisasi yang terkait dengan sektor pertanian.

Komentar

komentar