Hanya 2 Persen Warga yang Setuju Belimbing Sebagai Ikon Kota Depok

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, saat kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Depok di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Rabu (15/03/2017). (Foto : Bima/Diskominfo)

DEPOK – Depok kini makin dikenal dengan ekonomi kreatifnya. Bahkan, produk ekonomi kreatif Kota Depok kini tidak hanya dikenal wisatawan domestik, tapi juga hingga mancanegara. Tak heran, saat ini juga sedang dibuat kajian ikon baru, dan bukan mustahil Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dijadikan ikon, karena lebih mencerminkan kondisi kekinian Kota Depok.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pihaknya akan terus melakukan kajian terhadap ikon kota. Meski masih tahap kajian, setidaknya ikon baru nanti bisa mewakili semua unsur di Kota Depok sesuai dengan tagline, Depok a Friendly City. Tagline tersebut dibuat sebagai gambaran proses kinerja Pemkot Depok yang bersahabat kepada semua unsur masyarakat.

BACA JUGA:  Maksimalkan Pelayanan, PDAM Depok Kembangkan Sistem Online

“Tagline Depok a Friendly City ini bukan ikon, tapi merupakan langkah kerja kami yang memberikan pelayanan dengan balutan persahabatan, baik kepada masyarakat, UMKM, pengusaha dan lainya,” ujarnya saat kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Depok, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Rabu (15/03/2017), seperti dikutip situs resmi Pemkot depok.go.id.

Mohammad Idris menambahkan, popularitas dan tingkat keinginan warga untuk menjadikan belimbing sebagai ikon sangat rendah. Tercatat, hanya dua persen saja yang berharap belimbing dijadikan ikon.

“Setelah dievaluasi ternyata ada pertimbangan lain. Menurut survei kepada masyarakat, hanya ada dua persen yang mengetahui dan berharap buah ini menjadi ikon kota,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Adakan Bimtek Administrasi RT, RW dan LPM

Komentar

komentar