DGCI Gelar Kirab Panji Nusantara 2017

 

Jakarta, (DGCI) — Logo pulau Indonesia bertulis Datsun Nusantara, ternyata bukan hanya isapan jempol. Melalui komunitas yang tergabung dalam Datsun GO+ Community Indonesia (DGCI) ini seakan membuktikan Datsun ada di penjuru Nusantara.

Event akbar nasional bertajuk “Kirab Panji Nusantara” baru-baru ini mulai digelar DGCI. Rencananya, kirab panji mulai dari Barat (Sumatera) sampai ke Timur (Papua) Indonesia, panji-panji DGCI siap berkibar di seantero bumi pertiwi ini.

Sekretaris Jenderal DGCI, Wiro Bernandus Sembiring mengatakan, lebih dari 4500 anggota yang tersebar di 59 regional (Provinsi) atau chapter (Kabupaten/ Kota) menyatakan siap menyambut datangnya gelaran agenda Kirab Panji Nusantara 2017 ini.

BACA JUGA:  Raperda Tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Segera di Ajukan ke Gubernur

Untuk memeriahkan dibukannya Kirab Panji Nusantara ini, hadir perwakilan dari anggota DGCI chapter Jakarta, Bogor Kota dan Kabupaten, Depok, Tangerang, Bekasi, Cilegon, Pandeglang, Serang dan Rangkasbitung yang berlangsung di Dealer Datsun MT Haryono, Jakarta pada Minggu, 12 Maret 2017.

“Kami DGCI ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa komunitas ini bangga akan keberagaman dan kenusantaraan Indonesia, di setiap wilayah singgahan Panji akan digelar KopDar (Kopi Darat) sederhana guna menunjukkan ciri khas wilayahnya,” tegas Wiro.

Sementara itu, Head of Datsun Indonesia, Indriani Hadiwidjaja mengatakan, “Kami berharap dengan adanya kegiatan “Kirab Panji Nusantara” ini dapat meningkatkan keakraban dan solidaritas diantara para anggota DGCI dan ke depannya komunitas ini bisa berkembang dan menjadi salah satu komunitas Datsun yang bisa menjadi panutan masyarakat Indonesia yang mengedepankan rasa kekeluargaan,” paparnya.

BACA JUGA:  Mentawai Gelar Festival Muanggau

Setelah rangkaian acara, puluhan mobil komunitas DGCI melakukan satu kali putaran keliling di Jalan Letnan Jenderal MT Haryono Jakarta untuk selanjutnya kembali ke wilayah chapter masing-masing. [Fathurroji]

Komentar

komentar