Beranda Bisnis & Ekonomi WARNATASKU Angkat Tema Pesona Mutiara Maumere di IFW 2017

WARNATASKU Angkat Tema Pesona Mutiara Maumere di IFW 2017

Tema pagelaran fashion Pesona Mutiara Maumere, Plennary Hall JCC. (foto: Istimewa)
Tema pagelaran fashion Pesona Mutiara Maumere, Plennary Hall JCC. (foto: Istimewa)

Warnatasku adalah merk tas fashion premium yang dirintis sejak tahun 2011. Warnatasku selalu berkembang, baik dari sisi desain maupun kualitas yang mempunyai tujuan untuk memajukan kerajinan tas lokal hasil karya Indonesia, untuk bersaing dengan produk tas internasional. Pada Kamis malam, (2/2/2017) Warnatasku hadir di panggung IFW (Indonesia Fashion Week) 2017 yang digelar di Plenarry Hall JCC Jakarta.

Bahan atau material kain yang dipakai yaitu kain tradisional yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia. Melalui dunia fashion inilah, alasan penggunaan bahan ini dipakai agar budaya Indonesia dapat diwariskan dan dilestarikan kepada generasi selanjutnya.

BACA JUGA:  Rumah Zakat Kembali Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Rohingnya

Selain itu misi dari Warnatasku, meningkatkan taraf hidup pengrajin kain tradisional melalui pemilihan dan penggunaan bahan pada produk tas. Kain-kain tradisional hasil dari pengrajin lokal Indonesia memiliki banyak keunggulan untuk bersaing dan memiliki segmentasi pasar dengan prospek yang baik.

Ervina Ahmad, selaku salah satu desainer Warnatasku untuk kali ini desain dan koleksi terbaru dengan kain tenun ikat Maumere. “Alasan pemilihan Maumere secara khusus ditampilkan karena memiliki potensi kekayaan, keindahan, dan kekuatan budaya untuk dijadikan salah satu lokasi tujuan wisata Indonesia. Selain itu budaya tenun ikat oleh masyarakat pengrajin mempunyai filosofi sejarah dan makna yang luas dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ervina Ahmad.

BACA JUGA:  Pewarta Depok Sepakat Bentuk Sekber

Disamping kenyamanan kualitas, dapat dilihat dari pemakaian bahan pada bagian dalam dan luar tas. Sudah saatnya masyarakat Indonesia sadar, kain-kain tradisional lokal memiliki banyak potensi. “Kami yakin sepenuhnya, bahwa segmentasi pasar profesional muda sampai dewasa mampu menjadi trendsetter bagi perkembangan potensi kain tradisional Indonesia,” ucap Ervina Ahmad.

Pagelaran kali ini, Warnatasku berkolaborasi dengan enam desainer Indonesia dari APPMI DKI Jakarta yaitu: Irwansyah Mec’s, Kunce Manduapessy, Verlita Evelyn, Dana Duryatna, Nita Seno Adji dan Yoyo Prasetyo. Pagelaran ini ditujukan kepada pemerintah pusat dan daerah, bahwa setiap daerah di Indonesia mampu memakmurkan Indonesia melalui potensi keberagaman budaya yang dimiliki. (BKarmila/Depokpos)

BACA JUGA:  Depok Terima Sertifikat Eliminasi Filiariasis dari Menkes

Komentar

komentar