Memelihara Harta dalam Islam

Iustrasi.

Menurut ulama hanafiyah, harta merupaka segala sesuatu yang dapat diambil, di dapatkan, di simpan dan di manfaatkan. Menurut ulama hanafiyah harta memiliki dua unsure yaitu : pertama, harta dapat di kuasai dan di pelihara. Kedua, dapat di manfaatkan menurut kebiasaan. Dalam sitem ekonomi islam, harta adalah kepemilikan mutlak yang berada di tangan Allah SWT dan pengelolaannya di berada di tangan manusia.

Kedudukan manusia sebagai khalifah Allah SWT, hakikat nya yang kedudukannya sebagai wakil atau yang berkerja pada Allah. Maka dari itu manusia yang memiliki fungsi tersebut dalam memelihara harta, harus mengetahui aturan Allah dalam memelihara Harta.

Dalam system ekonomi islam pula, harta juga memiliki fungsi yang dapat terus di manfaatkan oleh manusia. Dalam bahwa isalm bukan hanya mengatur masalah ibadah saja, namun kaffah nya islam mengatur segala urusan dari manusia bangun tidur sampai tidur lagi semua nya sudah ada aturannya, termasuk Harta dalam islam.

BACA JUGA:  Zizara Gagas Ajang Cari Bakat "Face Of Muslimah"

Dalam hal ini syariah memberikan fungsi dan peran terhadap harta : Pertama, untuk di gunakan mendukung peribadatan seperti kain sarung untuk menunjang ibadah sholat. Kedua, memelihara meningkatkan keimanan sebagai usaha mendekatkan diri pada Allah SWT seperti sedekah dengan harta. Ketiga, keberlangsungan hidup dan estafet kehidupan. Keempat, untuk menyelaraskan kehidupan di dunia dan di akhirat.

Selain itu pula, dalam system ekonomi islam juga mengatur bagaimana cara kita memelihara dan menggunkan harta. Salah satu nya untuk mendapatkan harta yaitu menghidupkan tanah yang mati atau bercocok tanam. Memelihara atau menjaga harta dalam islam juga termasuk kepada Maqashid Syariah (Hifdz Mal) banyak orang mengetahui bahwa mencuri, menipu, suap adalah tindakan yang salah. Selain faktor karena kesejahteraan yang di abaikan oleh Negara. Adapun perampok, pelaku penipuan, ghasab dan korupsi akan di kenai sanksi ta’zir. Hukumannya di serahkan pada hakim. Hakim pun bisa menjatuhkan hukuman pada pelaku hukuman mati sekali pun.

BACA JUGA:  Zizara Gagas Ajang Cari Bakat "Face Of Muslimah"

Dengan begitu harta akan terjaga dan tak ada seorang pun yang berani mengambil harta orang lain yang bukan hak milik nya. semua ini membuktikan dengan jelas, bahwa islam telah menjaga harta benda manusia dengan sangat sempurna.

Maqashid syariah dalam kepemilikan harta, secara garis besar terbagi menjadi tiga peringkat yaitu Pertama, Memelihara dalam tingkat daruriyyat seperti tentang tata cara pemilikan harta orang lain dan larangan mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak sah, apabila aturan itu di langgar maka terancam nya eksistensi harta. Kedua, memelihara harta dalam tingkat hajiyyat, seperti syari’at tentang jual beli dengan cara salam. Ketiga, memelihara harta dalam tingkat tahsiniyat seperti ketentuan menghindarkan diri dari penipuan atau pengecohan.

BACA JUGA:  Zizara Gagas Ajang Cari Bakat "Face Of Muslimah"

Islam sebagai agama yang benar dan sempurna memandang harta tidak lebih dari sekedar anugerah Allah SWT yang di titipkan kepada manusia. Oleh karena itu, dalam islam terdapat etika di dalam memperoleh harta dengan bekerja. Sehingga terdapat keseimbangan antara usaha manusia dengan materi yang di dapatkan agar sesuai dengan harapan yang di cita-cita kan sebagai khalifah di bumi.

Reni Marlina (Writer Executive Media)

Comments

comments