Kebahagiaan dan Kesedihan Michelle Ziudith Bersama Dimas Anggara dan Rizky Nazar di Film London Love Story 2

Michelle Ziudith di film LLS 2 berperan sebagai Karamel (foto:BK/Depokpos)

Rumah produksi Screenplay Films, dianggap sebagai rumah produksi yang menghidupkan film-film remaja yang mampu menghanyutkan perasaan. Istilahnya baper (terbawa perasaan), misalnya film Magic Hour, London Love Story 1, I Love you from 38.000 feet (ILY) yang menghadirkan idola baru khususnya anak muda penonton film. Screenplay Films mengadakan Press Screening dan Premiere film London Love Story 2 bertempat di lounge XXI Plaza Senayan Jakarta, Rabu sore (22/2/2017).

Dalam wawancaranya Michelle Ziudith (karamel) menceritakan tentang perannya di film LLS 2. Ia mengatakan di film ini memberikan pengalaman baru untuknya. Menurut Michelle syuting dilakukan hampir satu bulan di dua negara yaitu Swiss dan London. Proses reading dan prepare sampai satu bulan ditambah workshop. Di LLS 2 yang buat beda ada di susunan karakter, banyak karakter baru, konflik di LLS 1 menceritakan kisah cinta anak muda remaja yang baper, dan LLS 2 ini sekuelnya dimana semua orang yang pasti pernah mengalami sebuah hubungan ke tahap dimana sebuah komitmen lebih nyata dan serius.

“Di London Love Story 2 ini diceritakan step-step atau langkah-langkah dari kemajuan hubungan antara Dave dan Karamel. Ini cerita yang lebih dewasa, dimana kita mau kasih inspirasi buat masyarakat. Kita juga punya cerita yang konfliknya tidak linear, benar-benar beda dan pastilah hal yang lumrah terjadi di masyarakat kalau ada lika-liku setiap dalam hubungan. Di dalam film LLS 2 dibahas masalah hubungan si Kara dan Dave apakah bertahan atau tidak,” ungkap Michelle.

Rizky Nazar di film LLS 2 berperan sebagai Gilang (foto: BK/Depokpos)

Hal senada dikatakan oleh Rizky Nazar (Gilang), film LLS 1 sudah keren dan LLS 2 ini lebih lengkap dan lebih baper dari yang pertama. Banyak kenangan yang dialami oleh Rizky bersama tim film LLS 2 yang sangat berkesan dihatinya. Tentang lokasi syuting yang dekat dengan pegunungan sehingga sulit menemukan makanan, sehingga mereka harus membawa persiapan dari Indonesia. Menurut Rizky ada keseruan di kota Swiss yang indah dan berkesan.

Baru pertama kali Rizky syuting di negara Swiss, selain seru kotanya juga indah. “Bisa berkumpul bareng, makan bersama suasana seperti itu tidak ada disini. Saya disini berperan sebagai chef hanya baground saja, tapi masak-masaknya tidak ada. Beban peran cukup berat, awalnya takut tidak sukses bawakan karakter seperti ini. Karakter si Gilang ini berpengaruh, ada deg-degan takut tidak berhasil,” kata Rizky yang akhirnya puas melihat trailler filmnya.

Rizky Nazar di film LLS 2 berperan sebagai Gilang (foto: BK/Depokpos)

Dimas Anggara (Dave) menjelaskan bahwa di film LLS 2 ini menarik dari segi pemandangan dan lokasi yang berada di London dan Swiss. Dan konfliknya juga lebih menarik, tidak hanya menerangkan dari segi percintaan saja otomatis percintaannya lebih serius dan ada persahabatan. Karakter Dimas disini lebih dewasa, lebih bijaksana dan merupakan tantangan secara pribadi. Dimas menyukai kota London dan Swiss yang bersih, bermain salju dan Sky ada keseruan tersendiri bagi Dimas Anggara.

Film London Love Story 2 selain ceritanya romantis yang diiringi OST oleh Rossa berjudul “Cinta Dalam Hidupku” ini juga ada kelucuan-kelucuan yang diperankan oleh Ramzi (Sam) sangat menghibur. Waktu itu Ramzi khawatir dengan perannya yang cukup banyak, ia sempat berfikir apakah ia bisa membuat penonton satu studio itu tertawa dengan karakter yang ia perankan. Usai menonton bersama, Ramzi pun mendapat kepuasan dari para penonton. Bagi yang penasaran tentang film London Love Story 2, film ini akan tayang serentak di seluruh bioskop pada 2 Maret 2017. (BKarmila/Depokpos)

Comments

comments