Karina Salim Bangga Film Salawaku Dapat Dukungan dari Bekraf

Karina Salim pemeran utama di film Salawaku (foto: BK/Depokpos)

Salawaku adalah film Indonesia dari rumah produksi Kamala Films ini, memiliki beragam keunggulan. Tidak hanya gambar indah yang mengekspos eksotisme tanah Maluku, tetapi jalan ceritanya siap mengaduk-aduk emosi penonton. Jelang rilis, Salawaku merupakan film Indonesia pertama yang mendapat dukungan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif). Bertempat di Kemen BUMN, Bekraf meluncurkan triller Salawaku, dan Special Screening pada Jumat Sore (10/02/2017) di XXI Jakarta Theatre.

Dalam konpers tersebut, Ricky Joseph Pesik selaku Wakil Kepala Bekraf mengatakan bahwa, Bekraf mendukung film Salawaku bukan semata telah meraih berbagai penghargaan. Selain sebagai nomine film terbaik di FFI 2016, Salawaku juga meraih piala Dewantara untuk kategori film panjang bioskop terbaik dalam perhelatan Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016.

BACA JUGA:  Zizara Gagas Ajang Cari Bakat "Face Of Muslimah"

Hal senada dikatakan oleh M. Ikhsan Tualeka selaku executive produser film Salawaku, menjelaskan bahwa Salawaku merupakan perisai atau alat perang tradisional di Maluku. Salawaku berarti bertahan, bersabar, taeng dan psikologi orang Maluku dalam menahan amarah.

“Alasan memilih lokasi syuting di kota Piru, Seram tempat itu bukan hanya menakjubkan tapi juga menjaga kearifan lokal. Proses syuting dilakukan selama dua bulan pada Juni-Juli 2015. Meski cuaca kurang baik saat itu, syuting berjalan lancar dan cuaca cukup panas,” kata M. Ikhsan Tualeka.

BACA JUGA:  Jalin Silaturahim, Walikota Depok Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers Kota Depok

Karina Salim secara khusus mengatakan pada Depok pos , tentang film Salawaku yang mendapat dukungan dari Bekraf sangat bangga, menurutnya Bekraf bukan sesuatu yang tidak main-main memilih untuk film apa yang layak sebagai Bekraf yang mendukung.”Kita sangat bersyukur sekali mendapatkan kesempatan ini, dan film ini banyak mendapat penghargaan di beberapa festival, juga di FFI 2016 banyak membawa pialanya. Dan harus di highlight world premiere di Tokyo Internasional Film Festival,” ungkap Karina.

Menurut Karina film Salawaku adalah film tentang keluarga, tentang pencarian dan tentang perjalanan. Karina yang mendapat peran utama sebagai karakter Saras, pure dari Jakarta pergi ke Ambon melarikan diri karena ada masalah berat. Dia bertemu dengan sosok Salawaku ternyata berdua satu sama lain membantu untuk mengubah hidupnya masing-masing.

BACA JUGA:  IITCF Imbau Masyarakat Hati-hati Alokasikan Dana ke Travel

Salawaku hasil besutan sutradara Pritagita Arianegara, yang ditulis oleh Iqbal Fadly, diperankan oleh Elko Kastanya, Karina Salim, Raihaanun, JFlow Matulessy, Shafira Umm. Pengarah Sinematografi Faozan Rizal, dan diproduseri Michael Julius. Salawaku ditayangkan premiere pada 22 Februari 2017 di Plaza Indonesia, dan ditayangkan serentak di bioskop pada 23 Februari 2017. (BKarmila/Depokpos)

Comments

comments