ISEF STEI SEBI Adakan Bedah Jurnal Wakaf Produktif

Islamic Economics Forum (IsEF) SEBI salah satu Organisasi Struktural yang fokus di bidang pengkajian ekonomi Islam di kampus STEI SEBI. Organisasi yang merupakan salah satu dari ratusan Kelompok Studi Ekonomi Islam yang tersebar di seluruh Universitas di Indonesia ini memang sangat rutin mengadakan kajian kajian ekonomi Islam mulai dari kajian dasar sampai kajian kontemporer.

Senin, 13 Februari, divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) IsEF mengadakan bedah jurnal “Optimalisasi Pemberdayaan Wakaf Secara Produktif”. Bedah jurnal ini selain bertujuan untuk menambah khazanah kelmuan pengurus IsEF tentang ekonomi Islam juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat menajadi seorang penulis dan peneliti . Ini merupakan kegiatan rutin yang diakukan oleh divisi Litbang guna mendakwahkan ekonomi Islam sebagai solusi dari setiap permasalah ekonomi.

BACA JUGA:  Zizara Gagas Ajang Cari Bakat "Face Of Muslimah"

“Wakaf telah disyariatkan dan telah di praktikkan oleh Ummat Islam seluruh dunia sejak zaman Nabi Muhammad S.A.W sampai sekarang, termasuk oleh ummat Islam di negara Indonesia. Menurut Badan Wakaf Indonesia potensi wakaf sangat besar yakni 120 Triliun namun realisasinya masih 148,5 Miliar, tentunya hal ini sangat menghawatirkan dan perlu ada strategi jitu untuk mencapai potensi yang ada,” ujar Abror Devi sebagai pemateri pada bedah jurnal kali ini.

Di lain sisi, Darsini yang juga sebagai pemateri mengatakan, “setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan masih jauhnya realisasi yang ada jika dibandingkan potensi yakni : Aspek Kelembagaan yang belum kuat, masih belum adanya Pernyataan Standard Akuntansi Syariah (PSAKS) yang mengatur tentang Wakaf, dan masih lemahnya aspek auditing”

BACA JUGA:  Zizara Gagas Ajang Cari Bakat "Face Of Muslimah"

Suasana ilmiah semakin terbangun ketika cukup banyak pertanyaan yang terlontar dari peserta bedah jurnal kali ini yang kemudian di akhiri dengan tepuk tangan peserta. “ Semoga kedepannya kajian kajian ilmiah seperti ini konsisten dilakukan oleh pengurus IsEF supaya setiap pengurus menjadi generasi Robbani yang belajar ekonomi Islam dan mengajarkannya”, ujar Darihan Mubarak selaku Ketua Umum IsEF. (Darihan Mubarak)

Comments

comments