Beranda Oase Etika Berbisnis dalam Pandangan Islam

Etika Berbisnis dalam Pandangan Islam

Ilustrasi.

Bagi seorang muslim, berbisnis merupakan pekerjaan yang sudah tak asing lagi. Sebagaimana panutan kita bersama yaitu Nabi Muhammad saw yang memiliki misi dakwah islam melalui perdagangan. Sampai saat ini pun umat muslim sudah banyak yang terjun ke dalam dunia bisnis atau perdagangan. Namun, tahu kah bahwa seorang pedagang atau orang yang terjun ke dalam dunia bisnis harus tahu pula ilmu-ilmu dalam berdagang itu bagaimana. Harus bisa memahami bagaimana Fiqih Muamalah itu seyogya nya. Seperti hal nya, etika bisnis islam berbeda dengan system etika sekuler atau lainnya. Etika bisnis dalam Islam mempunyai keuunggulan tersendiri.

Secara sederhana etika bisnis dalam Islam berarti kita mempelajari tentang mana yang baik dan mana yang buruk berdasarkan pada prinsip moralitas. Dimana, Husein Sahatah memaparkan bahwa sejumlah perilaku etis bisnis (Akhlaq Al Islamiyah) yang di bungkus dengan dhawabith (batasan syariah). Dalam melakukan kegiatan bisnis pun, moralitas disini di lihat dari beberap aspek baik/buruk, benar/salah, wajar/tidak wajar dan lain-lain.

BACA JUGA:  KSEI IsEF SEBI Gelar Seminar EkonomI Lintas Negara

Unsur legalitas system etika bisnis Islam dapat mengacu kepada produk-produk fikih masa lalu. Karena nilai dalam Islam berkaitan dengan wahyu, dan wahyu mencanangkan sejumlah aturan main yang berkaitan dengan hukum (halal/haram) dalam setiap aspek kehidupan, tak terkecuali aktivitas bisnis.

Dengan begitu, sebagai pemetaan yang harus di tarik antara bagian dan hukum (Fiqih) Islam yang membahas hukum dangan (Fiqh Muamalah) dan efisiensi dan efektivitas ekonomi. Bagian pertama di sebut menetapkan kerangka di bidang hukum. Seperti hal nya kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi dalam masyarakat muslim, kegiatan ekonomin tersebut di batasi oelh hukum dagang dalam Islam.

BACA JUGA:  Bertebaran Dalam Kebaikan

Nilai Islam harus di arahkan untuk bisa mewarnai standar moral yang menjadi acuan orang untuk berperilaku etika. Dimana, konsep-konsep moral kekinian yang berlaku dalam dunia bisnis Islam, untuk kemudian di cerahkan dengan nilai-nilai Islam. Konsep moral yang sesuai akan di akomodir, sedang konsep moral tidak sesuai dapat di gantikan dengan nilai Islam. Sehingga prinsip-prinsip moral yang menjadi turunannya, dapat di asumsikan sudah sesuai dengan nilai etika islam.

Jadi, pada dasar nya bahwa etika dalam berbisnis dalam Islam memiliki nilai-nilai islam yang harus di implementasikan sejak saat ini. Namun, pada realita nya sudah banyak para pelaku ekonomi yang terjerembab dalam nilai nilai dari barat dimana hal tersebut berbanding terbalik dengan nilai-nilai dalam islam.

BACA JUGA:  Wakil Depok Juara 1 Startup World Cup, Wali Kota Ucapkan Terima Kasih

Mengapa para pelaku ekonomi harus paham dengan adanya hukum dagang dalam Islam atau yang lebih mengacu pada (Fiqih Muamalah). Disisi lain, banyak para pelaku dagang yang menyimpang dalam penjualan barang/jasa nya. minim dalam membedakan antara baik/buruk, halal/haram. Sehingga pada dasar nya bahwa etika dalam islam mengatur secara komprehensif baik dalam hal pelaku (sumber daya manusia) nya begitupun cara berbisnisnya.

Oleh karena itu, nilai-nilai dalam Islam yang harus di masukan dan perlu di implementasikan oleh kita semua sebagi umat muslim. Agar mempunyai nilai tersendiri di banding konsep lainnya. Salah satu nya dalam bisnis Islam yaitu Konsep Moralitas yang menerapkan nilai-nilai Islam didalamnya.

Reni Marlina (Writer Exevutive Media)

Komentar

komentar