Belimbing Dewa Depok Masih Eksis?

Dok. Istimewa

Oleh: Garnis Aulia (Mahasiswa STEI SEBI)

Ketika mendengar nama buah yang satu ini maka bagi warga Depok khususnya pasti akan langsung teringat akan brand nya sebagai Ikon Kota, dimana lagi kalau bukan Kota Depok. Buah Belimbing ini memang telah menjadi Ikon Kota Depok sejak tahun 2007 dan kiprah nya sebagai Ikon Kota bukan tanpa alasan, tak lain adalah karena produksi tanaman buah ini melimpah di Kota Depok. Bukan cuma itu, buah ini bahkan pernah memenangkan juara Dunia dalam kontes Internasional di Singapura sebagai Belimbing terbesar dan terberat di dunia pada tahun 2008.

Namun kini namanya semakin tak santer terdengar. Lahan pertaniannya pun semakin menyusut tergantikan dengan beton pemukiman. Petaninya beralih profesi dan Koperasinya tak berjalan. Padahal, buah dengan nama ilmiah Averrhoa carambola ini masih menjadi Ikon Kota Depok sampai sekarang. Banyak petani yang menjual lahan pertanian Belimbingnya untuk dibangun perumahan atau dijual karena harga tanah yang tinggi menjanjikan lebih banyak keuntungan.

Padahal, secara ekonomi, kontribusi komoditas Belimbing terhadap pendapatan asli daerah cukup bisa diandalkan. Dengan potensi produksi berkisar 2.818-3000 ton per tahun. Hal ini menunjukan masih adanya potensi agribisnis belimbing untuk dikembangkan di Kota Depok. Pada tahun 2006, potensi Pertanian Belimbing di Kota Depok berjumlah 33.729 dengan total luas area 135 ha yang tersebar di 6 kecamatan di Kota Depok.

Sekarang, total luas area pertanian Belimbing hanya tinggal puluhan hektar saja. Lebih banyak petani yang menanamnya di lahan kecil atau pekarangan rumah saja. Dan hanya aktif di beberapa kecamatan. Bahkan berdasarkan data yang dipost pada website resmi dinas pertanian Kota Depok, dari tahun 2012-2014 rata-rata Kecamatan penghasil Belimbing produksinya mengalami penurunan, hanya di Kecamatan Pancoran Mas saja yang produksinya meningkat tinggi. Walaupun keadaan ini lumrah terjadi sebagai faktor eksternal pertanian daerah perkotaan, tapi sangat disayangkan apabila Pemerintah tidak serius menangani masalah ini.

Karena, jika dilihat dari kandungan khasiatnya, Belimbing Dewa memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan tubuh. Seperti kandungan vitamin A dan C yang cukup tinggi, berhasiat mengatasi sariawan, kolesterol, darah tinggi, dan lain sebagainya. Belimbing jenis ini pun kerap diolah menjadi penganan seperti dodol Belimbing, lapis, kue dsb juga biasa diolah menjadi sari buah Belimbing yang menyegarkan.

Sebagai warga Depok saya sangat berharap bahwa Pemerintah terus memberikan perhatian yang serius terhadap Eksistensi Buah khas Depok ini. Dukungan terhadap Petani buah dan para pengrajin olahan Buah Belimbing, serta Agrowisata Belimbing yang ada di Depok ini sangat dibutuhkan agar generasi seterusnya dapat melihat bahwa Belimbing Dewa masih Eksis di Kota Depok sebagai Ikon Kota. Koperasi yang sempat terbentuk selayaknya dapat difungsikan kembali dan pengadaan lahan khusus semestinya bisa menjadi salah satu solusi agar Kota Depok bisa tetap Eksis dengan Belimbingnya. Apabila tidak demikian, maka jangan jadikan Belimbing sebagai Ikon Kota Depok karena selayaknya Ikon Kota buah Belimbing ini seharusnya mudah untuk di dapatkan dan ditemukan di berbagai tempat di Kota yang menjadikannya sebagai Ikon.

Komentar

komentar