Audiensi Lisuma Gunadarma dengan Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Depok

(Dok. Lisuma Gunadarma)

Lisuma gunadarma kembali memenuhi undangan audiensi dari Dinas Pemadam Kebaran dan Penyelamatan Kota Depok. Audiensi kali ini bersama Ibu Agung Sugiarti sebagai Sekretaris dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan.

Pada awal januari Dinas Pemadam kebakaran mengganti namanya menjadi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Dinas pemadam kebakaran melakukan penyelamatan seperti, mengeksekusi jenazah yang tenggeam di sungai/kali, orang-orang yang kecebur di sumur, dan penyelamatan lingkungan masyarakat yang terdapat sarang tawon. Selain itu, DAMKAR juga melakukan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh SATLAKAR (Satuan Relawan Kebakaran) saat ini SATLAKAR terdapat di 63 kelurahan di Kota Depok, dan juga SATLAKAR terdapat di pasar-pasar.

BACA JUGA:  Ayyas Kecil Menempuh Ratusan Kilometer Untuk Mengungsi

DAMKAR kota Depok mendapatkan penghargaan 2x berturut-turut karena pemberdayaan masyaraktnya yang sangat bagus. DAMKAR melakukan pemadaman di semua wilayah, tidak hanya fokus di kota Depok saja tapi di berbagai wilayah. DAMKAR memiliki 32 unit dan di sebar di setiap UPT-UPT. Kenapa di sebar ? Karena untuk mengantisipasi jarak dan waktu, api dalam waktu 3 menit bisa menghabiskan 1 ruangan. Jumlah personil DAMKAR saat ini 275 termasuk staff. Setiap tim penyelamatan terdiri dari 6 orang dalam satu unit mobil.

Mengenai hasil audiensi LISUMA bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan terdapat 5 point:

BACA JUGA:  Walikota Depok: "Smart People Elemen Terpenting Smart City"

1. Penyuluhan dari Dinas Pemadam Kebakaran untuk Mahasiswa
2. Pelatihan dari Dinas Pemadam Kebakaran yang mengikutsertakan Mahasiswa
3. Mahasiswa menginisiasi pihak kampus agar bekerja sama dengan dinas pemadam kebakaran
4. Keikutsertaan kami dalam HUT pemadam kebakaran
5. Memberikan materi pada stadium general kegiatan perekrutan kader baru Lisuma Gunadarma

“Sangat baik jika ada pelatihan untuk penanganan bencana di kampus, dan memang itu seharusnya ada”, terang Sekdis ibu Agung Sugiarti.

Komentar

komentar