Setengah Waktu Hidup Kita Ternyata Terbuang Percuma

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh : Devi Novitasari

Dalam banyak riwayat hadits disebutkan usia umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam tidak lama. Berkisar sekitar 60 tahun. Dengan begitu manusia hanya memiliki rentan waktu untuk hidup kurang lebih 60 tahun. Waktu manusia untuk menjalani kehidupan sangat singkat, bukan? Bahkan diibaratkan sangat sekejap seperti minum seteguk air. Namun manusia menghabiskan demikian banyak waktu bekerja keras menumpuk harta untuk mengejar kebahagiaan dunia.

Seolah setengah waktu hidup kita, terbuang percuma dan manusia lupa dengan kebahagiaan yang abadi di akhirat kelak. Lalu kita punya waktu yang sama yaitu dalam sehari ada 24 jam. Namun cara kita memanfaatkan waktulah yang membuat kita berbeda. Kalau kita hitung masing-masing waktu kita cukup sama.

BACA JUGA:  Sombong Sebagai Sebuah Penghalang

Ada nasihat penting yang disampaikan Imam Al Ghazali terkait waktu. Kalau rata-rata orang umurnya adalah 60 tahun dan menjadikan 8 jam sehari untuk tidur, dalam 60 tahun sesungguhnya ia telah tidur selama 20 tahun. Kita mengahabiskan waktu 20 tahun hanya untuk tidur! cukup lama, bukan? Nah, sekarang kita hitung berapa banyak waktu yang kita manfaatkan untuk ibadah. Waktu solat yang diwajibkan kepada kita adalah sama, yaitu 5 waktu. 1 waktu = 5 menit dan 5 waktu = 25 menit. Kalau dengan umur rata-rata yang 60 tahun sebenarnya kita cuman ngasih waktu ke Allah kira-kira 1 tahun 8 hari. Gimana kita pada mau masuk surga? Itupun kalau pas 5 menit, yakin atau malah lebih cepat dari 5 menit.

BACA JUGA:  Indahnya Bersyukur

Sebenarnya kita juga lebih banyak menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak bermanfaat dari pada bermanfaat. Kita lebih banyak bermain dari pada belajar. Kita lebih banyak bersendagurau dari pada berfikir. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk duniawi daripada ukhrowi. Kita lebih banyak menghabiskan waktu untuk membuat dosa ketimbang memupuk pahala. Nauzubillah.

Lalu berapa lama waktu yang kita habiskan untuk membaca Al-Quran, berzikir dan belajar. Padahal, waktu itu terus berjalan dan tidak akan kembali. Karenanya yang membedakan kualitas kemuliaan seseorang adalah dari pemanfaatan waktu. Yuk, mari kita gunakan sisa waktu dan umur yang telah diberikan untuk memupuk pahala, memikirkan ukhrowi dan ibadah. Sediakan waktu malam untuknya. Lanjutkan terus ibadah sepertiga malam nya, baik itu membaca Al-Quran, itikaf di masjid, melaksanakan shalat sunnah, memperbanyak dzikir dan amalan-amalan lainnya yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Seperti yang sudah diterangkan di Qs. Al-Ashr 1-3: mengingatkan :

BACA JUGA:  Kendalikan Amarah dan Tetap Berprasangka Baik

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

(Devi Novitasari – Mahasiswi Semester 3 STEI SEBI Depok)

Komentar

komentar