Sambut IFW 2017, Shafira Tampilkan Koleksi “Bungo Nagari” Angkat Sulam dan Bordir dari Bukittinggi

Feny Mustafa, isteri Gubernur Sumbar (Nevi Zuhairina) dan Head of Designer dari Shafira, Setyawan saat konpers. (foto:BK/Depokpos)

Feny Mustafa selaku Owner Shafira dalam acara Shafira Road to Indonesia Fashion Week 2017, pada Senin (23/1/2017) bertempat di Locanda Resto, Sudirman Jakarta mengatakan bahwa diajang Indonesia Fashion Week 2017 Shafira akan mempersembahkan koleksi busana terbaru dengan tema “Bungo Nagari”. Koleksi busana kali ini terinspirasi dari gaya fashion Hungarian yang digabung dan diterapkan kedalam ciri khas Indonesia dengan mengangkat sulam dan bordir dari Bukittinggi.

“Alhamdulillah pada tanggal 1-5 februari 2017 akan digelar Indonesia Fashion Week di JCC, kenapa Shafira selalu support acara itu? Karena di Indonesia orang yang pakai busana Muslim makin lama makin banyak, dan meningkat. Desainer pun secara ekonomi berdampak baik. Menurut saya harus terus dijaga agar pasar busana Muslim bertambah maju. Shafira itu sebagai lokomotif (trendsetter) dan harus berikan semangat untuk promosi di ajang fashion week,” ungkap Feny Mustafa.

BACA JUGA:  Zizara Gagas Ajang Cari Bakat "Face Of Muslimah"

Adapun tema yang diusung oleh Shafira yaitu ‘Bungo Nagari’. Merupakan produk yang simpel. Shafira selalu menggandeng negara yang terkenal dengan fashionnya. Pernah mengggandeng Amerika, Italia dan kini Timur Tengah. “Karena ini kain sulam dan bordir, pengerjaan cukup lama tapi kita punya tim khusus dan produksi khusus pula Maka kita kolaborasi dengan Swarovski agar lebih baik lagi dan tampilan juga tetap elegan,” jelas Feny.

Head of Designer dari Shafira, Setyawan, saat menjelaskan busana yang akan dipakai para model untuk IFW 2017. (foto:BK/Depokpos)

Alasan lain Shafira memilih sulam dan bordir Bukittinggi tak lain untuk diangkat dalam koleksi busananya karena, kedua kerajinan ini belum banyak diangkat jika dibandingkan dengan batik. Acara tersebut juga dihadiri oleh isteri Gubernur Sumbar, Nevi Zuhairina Irwan Prayitno dan isteri Walikota Sumbar, Yessi Ramelan. Menurut Nevi Zuhairina, daerah penenun di Sumbar sudah mewakili motif dan jenis sulam serta bordir.

BACA JUGA:  IITCF Imbau Masyarakat Hati-hati Alokasikan Dana ke Travel

“Kerajinan sulam dan bordir adalah karya budaya yang mewakili identitas Sumatera Barat di tingkat nasional. “Untuk itu kami rencanakan sudah ada di angan-angan festival sulam bordir Internasional, yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Desember dalam rangka ulang tahun kota Sumatra Barat,”ujar ibu Nevi Zuhairina. (BK/Depokpos)

Comments

comments