Salah Kaprah

Ilustrasi.

Oleh: Darihan Mubarak-Ketua Umum KSEI Islamic Economics Forum SEBI Depok | Musyrif Tahfizh Indonesia Qur’an Foundation

Tidak jarang saya membaca broadcast via bbm maupun whatsapp tentang urgensi dakwah, semangat untuk berbuat kebaikan, dan menghindarkan diri dari tindakan sesat dan menyesatkan. Sungguh ini merupakan salah satu bentuk amal yang dalam bahasa Alquran disebut “al-hikmah” dan “al-mauizoh al-hasanah”. “Ucapan siapakah yang lebih baik dari orang yang menyeru kepada Allah dan dia beramal soleh seraya berkata sesungguhnya aku termasuk org yg berserah diri”, firman Allah dalam sebuah ayat.

Namun ketahuilah bahwa yang menyebabkan bernilai atau tidaknya suatu tindakan adalah landasan bertindak (intention). Maka jangan sampai setiap tindakan kebaikan yang kita lakukan tidak bernilai sedikitpun karena salah tempat untuk berpijak. Dalam perspektif Alquran, inilah yg disebut ulaika habitot a`maluhum. Disamping salah tempat berpijak, hal yang menyebabkan sia-sianya suatu amal adalah melakukan sesuatu tanpa ilmu, hanya mengikuti arus tanpa mengetahui kenapa harus melakukan hal itu. Oleh karena itu, dalam beberapa kesempatan saya sering sampaikan bahwa tindakan itu tidak lebih penting dari alasan bertindak, keberpihakan itu tidak lebih penting dari alasan berpihak.

BACA JUGA:  Inilah Nikmat Terbesar

Ikhwah Fillah, cukup sering saya melihat di akhir sebuah pesan kebaikan kalimat semangat pemburu syurga, adakah kalimat ini benar, salah, atau yang lainnya? Izinkan saya memberikan komentar berdasarkan kedangkalan ilmu, semoga Allah membimbing.

Dalam definisi Al-qur`an, sesungguhnya Allah itu Al maqsud (yg dituju) sedangkan syurga itu al mau`ud (yg dijanjikan). Maka tidak pantas menjandikan sesuatu yg dijanjikan sebagai tujuan, begitupun sebaliknya. Sesuatu yg dijanjikan adalah hadiah bagi siapapun yang memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh pemberi janji. Bagaimana mungkin anda mendapatkan sesuatu yg dijanjikan tersebut tanpa melakukan perintah dari yang berjanji? Siapakah yang berjanji ? Dialah Allah, Zat yang Maha Tunggal dan Maha Mengalahkan. Lalu apakah syarat yg ditetapkan? Syarat yg ditetapkan adalah menjadikan Allah sebagai satu satunya tujuan hidup, “sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup, dan matiku hanya utk Allah”

BACA JUGA:  Inilah Nikmat Terbesar

Logika Berfikir

Sesungguhnya selain dari Allah adalah makhluk. Dialah empunya alam semesta yangg menciptakan syurga dari ketiadaan menjadi ada. Ingat, syurga itu makhluk, maka apapun selain Khaliq pasti mempunyai permulaan. Maka jika ingin mendapatkan apapun dekatilah empunya. “Dan diantara manusia ada yang menjadikan sesembahan selain Allah, mereka mencintai sesembahan tersebut seperti mencintai Allah (Al-ayat)”. Perhatikan , bisa jadi sesembahan tersebut adalah syurga ataupun yang lainnya, anda lebih focus kepada syurga daripada pemilik syurga. Logikanya, bagaimana mungkin anda mendapatkan syurga jika pemilik syurga tidak ridha dan tidak mencintai Anda.

Dalam sebuah ayat Allah berfirman :
“Allah menjanjikan bagi org yang beriman dan yang beramal soleh syurga yang mengalir dibawahnya sungai sungai, dan ridha dari Allah itu lebih besar”

BACA JUGA:  Inilah Nikmat Terbesar

Ikhwah, sering seringlah berdoa dengan mengatakan, “Tuhanku, aku berlindung kepadamu dari meridhoi sesuatu yang belum engkau ridhoi” Inilah maksud dari kalimat aku mencintaimu karenaAllah.. Ingat kisah Rabiatul Adawiyah ketika membawa obor untuk menyindir orang orang disekitarnya? Ketika orang bertanya kepadanya “Untuk apakah obor yg kau bawa”? RabiatulAdawiyah menjawab,”Aku ingin membakar syurga karena manusia banyak yang beribadah karena syurga”.Maka seharusnya bukan syurga yg anda buru, tapi cinta pemilik syurga. Kalau anda sudah memperoleh cinta pemilik syurga, lebih dari syurgapun Allah akan berikan.Rabiatul adawiyah pernah berkata dalam syairnya: Jika aku beribadah karena syurga-Mu maka lemparkanlah aku ke dalam neraka.Oh Kekasihku, cintaku hanya kepada-Mu, pintu hatiku telah tertutup bagi selain-Mu, walau mata jasadku tak mampu melihat-Mu, namun mata hatiku memandang-Mu selalu.

Komentar

komentar