Peran Pemuda Bagi Anak-anak

Ilustrasi.

Seringkali kita mendengar kata pemuda. Apakah sebenarnya makna pemuda itu? Pemuda adalah seseorang yang berusia sekitar 15-25 tahun dalam usia biologisnya. Namun dalam pengertian lain, pemuda merupakan salah satu generasi yang dapat membangun negara. Sering sekali kita lihat peran pemuda dalam masyarakat baik dari segi akademik maupun nilai sosial.

Banyak pemuda berprestasi yang menjadi kebanggaan indonesia, seperti ungkapan Bung Karno “Berikanlah aku sepuluh pemuda maka akan aku guncangkan bumi ini” seperti itulah seruan juang pemuda pada masa Soekarno. Lalu bagaimana peran pemuda pada masa kini, dengan teknologi yang semakin maju maka semakin banyak pula problematika akibat kecanggihan teknologi. Namun semua itu bisa teratur dengan cara perhatian yang lebih pada generasi muda atas kecanggihan teknologi.

Mengapa pemuda? Kita lihat dari lingkup yang lebih kecil, seperti disuatu kampung. Penulis tinggal di sebuah daerah bernama curug, sebuah kampung kecil dengan semangat dari para pemuda di dalamnya. Pemuda menjadi peran penting untuk generasi selanjutnya yaitu anak-anak yang kelak akan menjadi pemuda.

Pemuda adalah contoh bagi anak-anak dalam bersikap, berprilaku, bersosial dan lainnya. Tidak dipungkiri jika di suatu kampung ada pemuda yang sangat perduli akan masa depan anak-anak indonesia namun juga ada pemuda yang tidak perduli akan hal itu. Semua itu terjadi atas prilaku pemuda di suatu daerah.

Penulis melihat banyak sekali anak anak yang seharusnya menikmati indahnya belajar dan bermain, namun faktanya berada di dalam keterpurukan pergaulan bebas, bahkan sudah banyak dampak yang terlihat. Disinilah peran pemuda dibutuhkan. Namun semua itu tidak bisa tanpa bantuan pemuda dengan semangat membawa perubahan. Hal kecil apa yang dapat dilakukan? Jelas semua harus berawal dari akhlak. Seperti Rasulullah berdakwah dalam menyebarkan agama Islam yang menggunakan strategi dalam prosesnya.

Begitupun pemuda, kita sebagai pengamat harus banyak mempelajari apa yang menjadi sebab dan semangat dalam perubahan. Banyak strategi, dimulai dari mengajak mereka mengikuti perlombaan sehingga mereka punya nilai kebanggan dan menjadi daya tarik anak lain untuk menjadi anak yang berakhlakul karimah dan seimbang dengan perkembangan zaman.

Setelah itu adalah membuka taman mengaji namun perlu daya tarik yang membuat mereka semangat mengaji, maka di buatlah sanggar seni. Sanggar seni ini sudah berjalan semenjak penulis dan pemuda lainnya membuka taman mengaji anak-anak. Dari mulai kemampuan publik speaking seperti pildacil yang alhamdulillah sudah mlahirkan juara kampung yang walaupun demikian hal tersebut menjadi penyemangat anak anak dalam berprestasi.

Selain itu ada seni drama yang penulis sajikan dalam sebuah drama pantomim yang hal tersebut menjadi kebanggan mereka karnadalam berkreasi mereka butuh semangat dan kemampuan untuk menjadi motivator bagi orang lain dalam dunia seni. Serta kecakapan dan jiwa dalam menyampaian puisi. Banyak potensi dari anak kampung dan semua itu butuh dukungan serta didikan dari pemuda.

Banyak sekali tempat yang mereka datangi untuk menampilkan serta menebar kebahagiaan kepada orang lain dari situlah para orang tua mengerti dan tau apa maksud dan strategi penulis dan pemuda lainnya untuk perubahan yang lebih baik pada generasi bangsa. Karena dengan taman mengaji sekaligus sanggar seni kecil kecilan ini mereka akan semangat mengaji dan menjadi anak yang berakhlakul karimah. Tentu semua ini tidak lepas dari peran orangtua dan warga sekitar untuk perubahan ini. Dan semoga hal ini menjadi semangat bagi pemuda lain untuk warga dan masyarakatnya .

Kita sadar bahwa dengan hal kecil ini akan banyak kemajuan yang akan kita dapat baik di tempat kita berada ataupun di negara kita indonesia. Menjaga generasi muda adalah hal penting untuk indonesia . karna akan jadi apa indonesia jika pemudanya tidak perduli akan keadaan bangsanya. Semua ini tidak serta merta karna keinginan hati namun karena maraknya nilai moral yang jelek terhadap anak indonesia, maka dari itu peran pemudalah yang harus turun dan membuat inovasi untuk perubahan yang lebih baik terhadap masyarakatnya.

Kita tidak akan tau apa yang akan terjadi dengan indonesia kedepan jika kita tidak perduli akan anak-anak dsekitar kita. Karna mereka adalah generasi dan pemudaa adalah generasi pemimpin masa depan. (Tri Alpiana/Mahasiswi Perbankan Syariah STEI SEBI)

Comments

comments