Nuroji: Membangun Kota Tak Hanya Sekedar Membangun Fisik

Nuroji bersama ketua DPRD Kota Depok Hendrik Tangke Allo disela-sela gelaran Depok Night Parade Desember lalu. (san/depokpos)

Kalau buat saya membangun kota itu, tidak sekedar membangun fisik. Bangun juga SDM nya, bangun juga keseniannya, budayanya.

DEPOK – Pro kontra acara DNP (Depok Night Parade) yang digelar pada Desember 2016 lalu, menyisakan rasa kecewa bagi Ir. Nuroji selaku Ketua DKD (Dewan Kesenian Depok). Acara DNP ini bekerjasama dengan DKD dan IKIAD (Ikatan Kekeluargaan Istri dan Anggota Dewan). Disela-sela pengukuhan Rezky M. Noor sebagai PC PIRA (Perempuan Indonesia Raya), kota Depok pada Sabtu (7/1/2017) bertempat di RM Betawi Ngumpul, Jl. Tanah Baru, Depok Ir. H. Nuroji menyampaikan rasa kecewa tentang Walikota Depok yang tak mendukung acaranya.

“Acara kesenian kemarin (DNP) itu disitu saya punya program kesenian. Kalau buat saya membangun kota itu, tidak sekedar membangun fisik. Bangun juga SDM nya, bangun juga keseniannya, budayanya. Tanpa bangun budaya kota seperti kota batu. Saya membuat acara itu untuk menggeliatkan seni di Depok nyatanya apa? Walikota tidak mau mendukung. Alasan apa? Karena yang bikin bukan orang PEMDA. Ini gimana? Walikota juga tidak boleh main kepentingan dia saja, kepentingan masyarakat luas termasuk seniman, saya termasuk seniman disini,” terang Nuroji sedikit kesal.

Menurut Nuroji solusinya harus disadari dengan Walikota jangan berpikir egois. Acara yang sudah digagas Nuroji dan IKIAD merasa dipersulit. Seandainya belum ada yang berkenan dengan acara yang dibuatnya kenapa panitia tidak dipanggil dan dijelaskan acara mana yang belum berkenan oleh Pemkot. Sampai ada sponsor yang dibatalkannya sehingga ia harus membayar (nombok) yang tidak sedikit. “Kehadiran Felicia Hwang kita batalkan sponsor demi pak walikota setuju, akhirnya apa? Saya harus nombok banyak karena sponsor batal,” kata Nuroji yang akrab disapa bang Oji.

Disamping itu Nuroji tidak setuju bahwa ia melihat ada kesan mengkotak-kotakkan kepentingan. Seperti halnya: PKS mempunyai kepentingan, Gerindra pun mempunyai kepentingan. Nuroji menginginkan Walikota berfikir juga kepentingan Gerindra, kepentingan partai lain mengusung, jangan hanya kepentingan PKS saja. Contoh nyata acara DNP, sebagian PKS tidak setuju karena mereka islami, tetapi di Depok tidak akan bisa dijadikan Islami.

“Jangan jadikan kota Depok menjadi kota Islami, tak akan berhasil. Saya orang Islam, tak akan berhasil membuat Depok jadi kota Islam. Kecuali di Bangkalan sana, silahkan. Tapi kalau mau dibuat religius saya setuju,” tutur Nuroji tegas.

Bagi Nuroji sebagai salah satu panitia menurutnya bukan suatu alasan bahwa acara DNP (Depok Night Parade) tidak religius, karena alasan walikota acara DNP bukan religius. DNP adalah acara kesenian, selama tidak melanggar norma-norma agama seharusnya tidak dipersulit. Semua pertunjukkan yang digelar adalah pertunjukkan biasa, lomba drum band, lenong, membaca puisi.

“Acara kemarin lancar, tapi banyak dipersulit. Seperti lokasi dipindah, rute dipindah, banyak kesulitan bahkan peserta banyak yang mundur karena diisukan ini haram, dan donasi mundur. Saya kecewanya isu-isu muncul pasti ada yang membuat. Kalau semua kompak, walikota dukung saya yakin tak ada issu itu. Walaupun bukan pak wali yang mengisukan tetapi karena dilihat tidak didukung pak wali ada saja orang yang tidak suka. Dicari alasan karena tidak religius karena tidak didukung pak wali,” ungkap Nuroji menutup wawancaranya. (BKarmila/Depokpos)

Komentar

komentar