Mendahulukan yang Kanan

Ilustrasi. (Istimewa)

Untuk melakukan perkara yang baik-baik hendaklah mendahulukan yang kanan, dan sebaliknya jika melakukan yang jelek-jelek maka gunakanlah yang kiri. Ada sebuah hadits Rasulullah yang berbunyi,

“Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam amat menyukai memulai dengan kanan dalam mengenakan sandal, menyisir rambut, bersuci, dan dalam urusannya yang penting semuanya” (Muttafaqun ‘alaih).

Dari hadits tersebut sudah jelas bahwa Rasulullah saw. telah mengajarkan kepada ummatnya keutamaan untuk senantiasa memulai segala sesuatu dengan yang kanan. Karena Rasulullah saw. sangat menyukai segala sesuatu yang dimulai dengan yang kanan, baik itu yang dilakukan oleh kaki atau tangan kanan, atau pun lainnya.

Diantara contoh diatas masih banyak lagi hal-hal lain yang dianjurkan untuk memulainya dengan yang kanan, seperti masuk masjid mendahulukan kaki kanan, memakai celana atau baju dengan mendahulukan kaki atau tangan kanan, hingga memotong kuku pun dianjurkan mendahulukan jari tangan sebelah kanan, dan lain-lain. Bahkan tanpa kita sadari ketika kita sedang mengendarai mobil di jalan tol, ada peraturan “jalur kanan untuk mendahului”.

Ini semua dikarenakan lebih mulianya yang kanan daripada yang kiri. Pada saat kita berwudhu pun semua diawali dengan yang kanan

Syaikh ‘Abdurrahman As Sa’di berkata, “Disunnahkan mendahulukan yang kanan saat memakai dan yang kiri melepas.” (Syarh ‘Umdatul Ahkam, hal.52)

Di hadits lain diriwayatkan, dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu, “Rasulullah saw. diberi minum susu campur air, sementara di sebelah kanan beliau ada seorang badui dan di sebelah kiiri ada Abu Bakar. Maka, beliau minum kemudian beliau berikan (sisanya) kepada orang badui tersebut. Beliau bersabda: “Hendaknya dimulai dari sebelah kanan dahulu dan seterusnya.” (HR. Al-Bukhari no.5619 dan Muslim no.29029).

Agama Islam sungguh agama yang sempurna, hingga hal-hal kecil pun diperhatikan sedemikian teliti. Sebaliknya dengan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh tangan atau kaki kiri, Islam juga membahasnya. Seperti halnya masuk kamar mandi atau wc menggunakan kaki kiri. Wallahu a’lam bishshowwab. (Nihayatul Amaliah/STEI SEBI)

Comments

comments