Mempersiapkan SDM Berkualitas untuk Indonesia Maju

Ilustrasi.

Penulis: Reni Marlina

Ada beberapa permasalahan yang terjadi di Negara kita sebagai bukti nyata mulai dari kemiskinan Ada sekitar 30 juta rakyat Indonesia yang hidup sangat miskin. Korupsi, Korupsi sangat merugikan negara. Mereka adalah pencuri uang yang telah kita bayar ke negara melalui pajak. Jumlahnya tidak tanggung-tanggung, bisa jutaan hingga milyaran sekali korupsi.

Kurangnya efek jera menjadi penyebab utama korupsi ini. Negara lain sudah menerapkan hukuman berat bagi pelaku korupsi. Seperti di Arab Saudi yang dihukum potong tangan. Bahkan Tiongkok menerapkan hukuman mati. Penegakan Hukum yang Lemah, Kualitas Pendidikan yang Rendah Sistem pendidikan di Indonesia bisa dikatakan sangat buruk. Biaya sekolah yang semakin mahal tidak sebanding dengan hasil yang didapatkan. Memang siswa selalu lulus dengan nilai sangat baik, tetapi angka tersebut hanya diatas kertas. Buktinya kualitas penduduk Indonesia masih sangat rendah dibandingkan di negara lain. Tak heran kita selalu mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri sementara kita selalu mengirim tenaga kerja ke luar negeri sebagai buruh atau pembantu.

Pengelolaan Sumber Daya Alam yang Buruk. Kemudian Kasus SARA yang Merajalela. Indonesia adalah negara yang memiliki suku bangsa dan agama yang beragam. Di sekitar kita mungkin kehidupan antara umat beragaman sudah rukun. Tetapi di beberapa tempat masih saja ada kasus yang menyangkut SARA. Seperti pertikaian antar suku, dan saling ejek antar agama di dunia maya. Jika masalah ini dibiarkan terjadi, maka akan terjadi disintegrasi bangsa dan sangat berbahaya bagi kedaulatan bangsa. Sehingga permasalahan-permasalahan itu membuat dan pengaruh yang cukup besar untuk kemajuan Negara. Karena Sumber daya Manusia yang rusak akan berdampak yang secara makro terhadap peradaban Bangsa.

Sumber daya manusia memegang peranan penting dalam pembangunan. Oleh karena itu dalam melaksanakan pembangunan suatu wilayah atau negara perlu diketahui keadaan sumber daya manusia yang ada di wilayah tersebut. Semakin lengkap dan tepat data mengenai sumber daya manusia yang tersedia, semakin mudah dan tepat pula perencanaan pembangunan yang di buat.

BACA JUGA:  Etoser Tiga Kampus Bersatu Untuk Palu

Kualitas sumber daya manusia merupakan merupakan komponen penting dalam setiap gerak pembangunan. Hanya dari sumber daya manusia yang berkualitas tinggilah yang dapat mempercepat pembangunan bangsa. Jumlah penduduk yang besar, apabila tidak diikuti dengan kualitas yang memadai, hanyalah akan menjadi beban pembangunan. Kualitas penduduk adalah keadaan penduduk baik secara perorangan maupun kelompok berdasarkan tingkat kemajuan yang telah dicapai.

Kualitas SDM bangsa Indonesia, dalam kategori rendah, dan rendahnya kualitas SDM disebabkan pula oleh rendahnya kualitas pendidikan. Sudah saatnya bangsa Indonesia khususnya Pemerintah untuk peduli meningkatkan kualitas pendidikan sebagai modal dasar semua komponen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Diakui banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas SDM. Pendidikan dan Kesehatan adalah faktor-faktor yang dominan.

Sumber daya manusia menjadi salah satu pilar dalam pembangunan negeri. Namun, Sumber Daya Manusia yang berkualitas yang mampu memumpuni dalam pembangunan negeri. Karakter manusia juga di pertimbangkan dalam pembangunan negeri berkelanjutan, karena moral manusia merupakan pondasi kehidupan. Pada realita yang ada sekarang, masih banyak generasi-generasi muda yang terbengkalai akan tugas nya sebagai generasi penerus peradaban bangsa. Banyak sekali kasus kasus anak muda yang berkenaan dengan moral seperti pergaulan bebas remaja, yang sudah merembab bukan hanya di kota namun sampai ke pelosok desa pun banyak sekali kasus-kasus anak remaja dalam pergaulan bebas.

Di Indonesia terjadi ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja dimana tentunya lapangan pekerjaan yang jauh lebih sedikit dibandingkan para pencari kerjanya. Selain itu kondisi ini juga diperparah dengan tingkat pendidikan angkatan kerja yang ada masih relative rendah dimana stuktur pendidikan angkatan kerja di Indonesia masih didominasi pendidikan dasar hampir lebih dari 50%. Lesunya dunia usaha akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini mengakibatkan rendahnya kesempatan kerja terutama bagi lulusan perguruan tinggi hal inilah yang membuat angka pengangguran sarjana makin tinggi. Karena begitu banyaknya lulusan perguruan tinggi tiap tahunnya tidak diimbangi dengan lapangan kerja yang memadai.

BACA JUGA:  Kota Depok Boyong 61 Medali di Porda Jabar 2018

Masalah SDM inilah yang menyebabkan proses pembangunan yang berjalan selama ini kurang didukung oleh produktivitas tenaga kerja yang memadai.

Keterpurukan ekonomi nasional yang berkepanjangan hingga kini merupakan bukti kegagalan pembangunan akibat dari rendahnya kualitas SDM.

Rendahnya SDM Indonesia diakibatkan kurangnya penguasaan IPTEK, karena sikap mental dan penguasaan IPTEK yang dapat menjadi subyek atau pelaku pembangunan yang handal. Dalam kerangka globalisasi, penyiapan pendidikan perlu juga disinergikan dengan tuntutan kompetisi. Oleh karena itu dimensi daya saing dalam SDM semakin menjadi faktor penting sehingga upaya memacu kualitas SDM melalui pendidikan merupakan tuntutan yang harus dikedepankan.

Salah satu problem struktural yang dihadapi dalam dunia pendidikan adalah bahwa pendidikan merupakan subordinasi dari pembangunan ekonomi. Pada era sebelum reformasi pembangunan dengan pendekatan fisik begitu dominan. Hal ini sejalan dengan kuatnya orientasi pertumbuhan ekonomi.

Sekarang kita sebagai generasi yang Allah beri kesempatan untuk terus belajar sampai jenjang sekarang menuntut ilmu yang berkah dalam pembangunan negeri. Setelah melihat kasus-kasus diatas mulai dari sumber daya manusia yang kurang berkualitas dalam segi penguasaan IPTEK segi aspek social dan ekonomi seperti pengangguran dan kemiskinan.

Untuk bisa meraih sukses, dituntut sekali SDM yang berkualitas. Tuhan menganugerahkan kita dengan akal dan pikiran tentunya ini harus kita pergunakan dengan sebaik-baiknya. Inilah yang membuat manusia jauh lebih mulia daripada makhluk lainnya yang diciptakan Tuhan. Dengan akal tersebut kita diharapkan memiliki ilmu yang berguna. Secara formal, ilmu-ilmu tersebut bisa kita peroleh melalui lembaga pendidikan seperti sekolah atau kursus, ilmu itulah yang disebut dengan hardskill yang berupa teori-teori pengetahuan. Sementara itu yang jauh lebih penting adalah softskill yaitu bagaimana seseorang bisa menjadi mandiri, penuh inisiatifn bekerja secara cermat, penuh tanggung jawab dan gigih. Inilah yang menjadi modal utama seseorang menjadi sumber daya yang unggul dengan menyeimbangkan antara softskill dan hardskill.

BACA JUGA:  Rumah Zakat Kirim 30 Ton Paket Superqurban dan 15 Truk Bantuan Logistik untuk Palu - Donggala

Seorang lulusan sekolah atau perguruan tinggi diharapkan bisa menjadi pribadi yang menciptakan lapangan pekerjaan. Inilah mengapa pentingnya ilmu tentang kewirausahaan diberikan sedini mungkin kepada para didikan agar pikiran untuk selalu menjadi seorang karyawan ketika hendak bekerja kelak bisa mulai bergeser menjadi pemikiran yang justru menempatkan diri mereka bukan sebagai bawahan yang bisa disuruh-suruh dengan jam kerja padat, tapi justru bisa menjadi atasan dengan jam kerja yang sesuai dengan yang diinginkan.

Dengan menjadi pengusaha tersebut seseorang bisa membantu pemerintah dalam mengatasi menjamurnya para penganggur. Kemudia pemerintah lebih memberikan perhatian lagi kepada masyarakat dalam segi pendidikan. Karena pendidikan merupakan pondasi penting dalam membangun kualitas SDM Indonesia untuk Indonesia lebih maju. Memberikan program-program yang berkenaan dengan pendidikan, agar memotivasi masyarakat untuk menyekolahkan anak nya. Sehingga berpendidikan yang tinggi dengan ilmu yang berkah akan menghaasilkan SDM yang berkualitas.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia diharapkan bisa menjadi fasilitator pertama dalam hal ini.

1. Pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan negeri dalam peningkatan pendidikan di Indonesia
2. Pemerintah memberikan program-program yang memudahkan masyarakat dalam menimba ilmu
3. Pemerintah memberikan kesempatan bagi pelajar-pelajar pintar untuk sekolah ke Luar Negeri dengan peningkatan Beasiswa Luar negeri lebih banyak
4. Pemerintah menggencarkan kembali masyarakat untuk memiliki jiwa Entrepreneur
5. Pemerintah memberikan pelatihan kerja bagi masyarakat masih minim dalam skill mereka.

Comments

comments