Ketika Hati Mengenal Cinta

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh Amaliya Mujahidah Lizana

Cinta. Satu kata yang menjadi ketertarikan bagi orang-orang saat membahasnya. Satu kata yang mampu memengaruhi suasana hati seorang insan. Suatu rasa yang dimiliki oleh semua kalangan, kaya-miskin, tua-muda, anak-dewasa, dan sebagainya. Suatu anugerah yang diberikan Allah kepada setiap makhluknya, bukan hanya kepada manusia, hewan dan tumbuhan pun merasakannya. Seekor induk ayam yang mengerami telur-telurnya adalah salah satu bukti bahwa Allah pun memberikan rasa cinta kepada hewan, sekalipun mereka makhluk tak berakal.

Bukanlah tanpa alasan Ketika Allah memberikan sesuatu kepada makhluknya, termasuk cinta. Setiap manusia pasti pernah merasakan cinta. Setiap orang pasti memiliki hal yang mereka cintai. Sekeras apapun hati seorang manusia pasti ia memiliki rasa cinta walau hanya secuil, karna itu adalah fitrah seorang manusia.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang. (QS.Maryam : 96)

Menulis tentang cinta bukanlah hal yang mudah. Cinta itu terlalu luas cakupannya, Cinta itu terkadang sulit untuk dimengerti, Cinta itu terlalu rumit untuk dijelaskan, dan masih banyak lagi pendapat khalayak mengenai cinta yang terkadang membuat mereka malas untuk berfikir tentangnya sehingga mereka menganal cinta hanya pada batas tertentu. Hal itu terlihat dari fenomena sekarang ini seperti seorang anak muda yang mencintai “pasangan”nya. Kecintaan ia kepada pasangannya tersebut membuat ia lupa bahwa ada Sang Pencipta yang seharusnya lebih ia cintai dari apapun. Ketika seseorang tidak mengenal cinta seutuhnya dan ia terpaku pada cinta kepada manusia saja, maka ia bisa saja melupakan Sang Pencipta yang telah memberikannya sebuah rasa bernama cinta.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An Nur : 30)

Ayat di atas memberi pengertian bahwa meski Allah telah memberikan cinta kepada setiap hati makhluknya, namun Ia juga memberikan batasan dalam memperlakukan cinta agar makhluknya tidak salah melangkah dan pada akhirnya akan mengadu domba hal yang bernama cinta tersebut.

Menjaga cinta bukanlah hal yang mudah, terutama bagi kalangan muda yang sedang terserang virus merah jambu. Rasa ingin memiliki pasti hadir di hati mereka. Bahkan saat ini, sangat aneh jika seorang anak muda tidak memiliki pacar. Ada yang menganggap anak muda itu tidak laku, pecinta sesama jenis, dan masih banyak anggapan lain yang sangat menyudutkan bagi orang-orang yang memilih untuk tidak pacaran. Naudzubillah.

“Ketika hatimu terlalu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain Dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya” (Imam Syafi’i).

Allah tidak pernah melarang hambanya untuk mencintai sesama manusia karna itu sudah menjadi fitrah bagi mereka. Jatuh cinta kepada seseorang bukanlah sebuah kesalahan, dosa ataupun aib. Namun, sering sekali seseorang melupakan sang pemberi cinta ketika ia sedang merasakan indahnya hal terseebut. Ia lupa, bahwa masih ada batasan yang harus diperhatikan meski jatuh cinta adalah hal yang wajar.

Lalu apa yang harus dilakukan saat hati jatuh cinta kepada seorang insan ?

Menikah adalah solusi ketika seseorang jatuh cinta. Memilih untuk berpacaran adalah bukan hal yang dibenarkan dalam islam. Jadi, ketika seorang mukmin sudah siap untuik menikah, maka menikahlah daripada melakukan perbuatan yang menedekati zina. Namun, jika seseorang belum siap untuk menikah, maka simpanlah persasaan itu. Cukup kamu dan Allah yang mengetahuinya. Isi waktumu dengan kegiatan yang positif yang bermanfaat daripada waktumu habis hanya untuk memikirkan seseorang yang belum tentu memikirkanmu. Perbaiki terus diri agar suatu saat kita dapat bersandng dengan seseorang yang baik juga, karna jodoh adalah cerminan diri kita.

Comments

comments