Kesadaran, Awal Dari Perubahan

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh: Asri Aliyah – STEI SEBI

Seringkali kita bingung, apa yang harus pertama kali dilakukan untuk berubah ? Banyak berpikir hingga akhirnya tak melangkah sama sekali. Padahal Allah SWT sudah menjelaskan dalam firman-Nya ,yang sudah sering kita dengar :

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”

Berubah, adalah beralih dari satu kondisi ke kondisi lain, dari satu tempat ke tempat lain. Dan yang dimaksud dalam tulisan ini adalah berubah secara positif. Yaitu dari suatu keadaan buruk menuju keadaan yang baik atau lebih baik.

Banyak dari kita yang sering sekali berdoa meminta sesuatu, namun lupa untuk memperbaiki diri. Menginginkan nilai yang baik namun tidak ada usaha untuk melawan rasa malas belajar. Maka, kesadaran adalah awal untuk berubah. Evaluasi diri, adakah yang salah ? Adakah selama ini perbuatan yang kita lakukan tidak Allah sukai ?

BACA JUGA:  Sombong Sebagai Sebuah Penghalang

Diriwayatkan dari Maimun bin Mihran, beliau berkata :

لَا يَكُونُ العَبْدُ تَقِيًّا حَتَّى يُحَاسِبَ نَفْسَهُ كَمَا يُحَاسِبُ شَرِيكَه

“Hamba tidak dikatakan bertakwa hingga dia mengoreksi dirinya sebagaimana dia mengoreksi rekannya” [HR. Tirmidzi].

Kesadaran membawa kita pada introspeksi diri. Lalu dengan mengintrospeksi diri kita akan menemukan jalan untuk berubah. Saat kita menyadari kesalahan, saat itu juga kita akan berpikir bagaimana caranya agar kesalahan itu tidak dilakukan lagi. Bisa dikatakan, inilah membina diri sendiri. Bukankah memang itu seharusnya ?

BACA JUGA:  Indahnya Bersyukur

Seperti anjuran Rasulullah Saw yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa :“Orang yang perkasa bukanlah orang yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang perkasa adalah orang yang mengendalikan dirinya ketika marah.”(HR. Bukhari dan Muslim)

Kesadaran itu hadir setelah kita memahami arti hidup. Sungguh, jika kita mengerti bahwa dunia hanya sementara dan akhirat yang abadi, maka itu akan menjadi motivasi tersendiri untuk selalu lebih baik. Setiap akan memutuskan suatu hal, renungi terlebih dahulu, apakah pilihan itu akan membuat Allah ridho atau justru membawa kemurkaanNya ?

Umar bin Khaththâb Radhiyallahu anhu pernah memberikan nasihat, “Hitung-hitunglah (amal) diri kalian sebelum kalian dihitung ! Timbanglah (amal) diri kalian sebelum kalian ditimbang ! Perhitungan kalian kelak (di akherat) akan lebih ringan dikarenakan telah kalian perhitungkandiri kalian pada hari ini (di dunia). Berhiaslah (persiapkanlah) diri kalian demi menghadapi hari ditampakkannya amal. Pada hari itu kalian dihadapkan (kepada Rabb kalian), tiada sesuatupun dari keadaan kalian yang tersembunyi (bagi Allah). [HR. At-Tirmidzi].

BACA JUGA:  Sombong Sebagai Sebuah Penghalang

Seperti yang sering disampaikan oleh Ustadz Yusuf Mansur, saat rezeki tak kunjung datang, saat usaha/bisnis mengalami kesulitan, periksalah amalan diri. Bagaimana dengan shalat lima waktu kita ?Jangan-jangan Allah tahan rezeki kita karena shalat kita selalu diakhirkan. Maka ubahlah kualitas ibadah kita. Dan inilah yang dimaksud dalam ayat yang dituliskan diatas, bahwa Allah hanya akan mengubah keadaan hambaNya yang terlebih dahulu mengubah keadaan dirinya sendiri, hingga layak untuk Allah berikan pertolonganNya.

Komentar

komentar