Karakteristik Perjalanan Dakwah

Oleh : Ipong Siti Syarifah – STEI SEBI

“Kita adalah da’i sebelum segala sesuatu.”

Dari kutipan Hasan al Banna diatas menunjukan bahwasanya begitu urgensinya dakwah. Dakwah tak terikat oleh ruang dan waktu, dimana pun kita berada tetap bisa berdakwah. Waktu 24 jam yang kita miliki hendaklah kita gunakan untuk bedakwah dengan cara apapun itu. Bahkan wahyu pertama yang di tuurunkan Alloh kepada Nabi Muhammad yaitu surat Al Muddasir ayat 1-5 memerintahkan kepada Rosululloh untuk keluar dari selimut dan untuk menyampaikan risalah dakwah. Ketika seseorang mendapatkan ilmu pun ia harus menyampaikannya kepada orang lain.

BACA JUGA:  Indahnya Bersyukur

Urgensi dakwah juga dapat kita lihat dari tahapan dakwah, yaitu bahwa ketika kita melihat kemunkaran maka kita harus mendakwahi dengan perbuatan,apabila tidak bisa maka dengan lisan atau ucapan dan apabila tidak bisa maka dengan hati, dan ini adalah serendah-rendah dakwah.

Dakwah telah berlangsung selama 14 abad dan kini islam sudah tersebar luaskan, Namun perjalanan dakwah tak berhenti sampai disini, bahkan di zaman sekarang pun masih banyak problematika dakwah yang muncul.

Dakwah memiliki beberapa karakter, diantaranya yaitu panjangnya perjalanan di dalam berdakwah. Dakwah tidak akan berhenti sampai hari kiamat , banyak rintangan yang akan di hadapi, maka semua da’i harus siap dalam segala keadaan / multi situation, berat beban dakwah ini,dan juga kader-kader dakwah sangat sedikit.

BACA JUGA:  Sombong Sebagai Sebuah Penghalang

Sungguh berat jalan dakwah ini, di dalam perjalanannya tidak berjalan dengan mulus, bahkan penuh onak dan duri yang di hadapi. akan tetapi sungguh urgensi dakwah ini, sehingga harus benar-benar di laksanakan. Di dalam dakwah itu sendiri generasi penerus saat ini semakin sedikit,memang iman tak dapat di warisi, meski pun ayah atau ibunya seorang kader dakwah tidak menutup kemungkinan anaknya untuk memiliki sifat yang berbeda dari kedua orang tuanya. di dalam suatu keterangan di katakan;

“Sesungguhnya di tangan pemuda terdapat urusan umat dan di tiap kemajuannya ada kehidupannya.”

Sungguh benar bahwa masa depan umat ada pada generasi pemuda sekarang.

BACA JUGA:  Sombong Sebagai Sebuah Penghalang

Untuk itu seorang pemimpin harus bisa membentuk karakteristik pada setiap kader-kadernya agar ia bisa mengatasi permasalahan bernarasi dan mempunyai keberanian, dengan itu kader-kader tersebut akan mampu menyebarkan dakwah di seluruh pelosok negeri ini dan mampu menyelesaikan permasalahan umat, sehinga kesejahteraan dan tujuan dakwah ini bisa di capai.

Komentar

komentar