Jangan Takut Bermimpi

Ilustrasi.

Apakah kamu sudah memiliki daftar impian, apa saja yang ingin kalian raih dalam kehidupan ini. Tentu saja sudah, bukan?

Semua berawal dari impian, orang-orang yang semangat mengisi hari-harinya adalah mereka yang memiliki impian yang besar dalam kehidupannya, sehingga dia akan terus berjuang untuk mewujudkan impiannya. Begitu juga dengan saya, saya selalu bersemangat atas impian-impian yang sudah saya tulis di daftar impian saya.

Bermimpilah yang tinggi-tinggi, bermimpi yang besar dan bermimpi yang hebat-hebat. Bermimpi tidak memerlukan modal alias gratis. Kalau bermimpi saja takut, bagaimana bisa mencapai kesuksesan hidup?

Setelah kamu mempunyai impian tentu hal yang harus dilakukian selanjutnya adalah berjuang dengan penuh kesungguhan, berkorban demi impian kita dan berani memulainnya.

Ada begitu banyak manusia besar yang memulai perjuangannya dengan sebuah impian. Impian merupakan sumber energi yang kerap menjadikan manusia mau berlelah-lelah demi sesuatu yang di impikan. Tantangan demi tantangan tidak membuatnya gentar untuk terus berusaha dalam mewujudkan impiannya.

Berapa banyak orang besar yang kita tahu dalam sejarah, yang awalnya berasal dari orang kecil tak berdaya, tetapi punya impian yang jauh melampaui keterbatasannya.

Orang besar adalah orang biasa yang bermimpi untuk menjadikan masa depannya berubah menjadi luar biasa. Dan orang besar berubah menjadi luar biasa berkat terlahir dari mimpi-mimpi yang sudah mereka bangun.

Jangan anda pikirkan bagaimana kondisi kalian hari ini. Tak peduli awalnbya seperti apa, bermimpilah. Tidak ada yang mustahil dalam hidup ini. Siapa yang bertekad mengubah kehidupannya, ia pasti akan berubah. Yakinlah BISA KARENA ALLAH.

“Sesungguhnya Allah tidak menubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Rad : 11)

Jadi, jangan takut bermimpi. Bermimpilah yang besar, yang tinggi, yang hebat. Karena Allah Maha Besar, Allah Maha Kuasa, Allah Maha Hebat.  (Devi Novitasari – STEI SEBI Depok)

Comments

comments