Istiqomah Menjaga Hati

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh : Azka Tahiyati

Seringkali kali kita semua mencoba untuk bisa istiqomah dalam segala bentuk amal sholih yang kita kerjakan. Namun terkadang keistiqomahan berhenti ditengah jalan. Berhentinya seseorang dalam mengerjakan amal sholih dipengaruhi oleh banyak hal satu diantaranya karena seringnya seseorang melakukan perbuatan maksiat yang mendatangkan dosa.

Kebanyakan diantara kita tidak menyadari mengenai kelalain yang kerap dikerjakan. Salah satu contoh ketika datang waktu sholat kebanyakan dari kita sering menunda untuk melaksanakan sholat diawal waktu dengan alasan masih ada kerjaan, waktu sholat masih panjang dan banyak alasan yang dibuat untuk menunda sholat diawal waktu. Padahal Allah SWT menciptakan hamba hanya untuk beribadah kepadaNya. Ikhwah fillah utamakanlah hak Allah jika kita semuanya ingin Allah SWT mendahulukan kita diantara hamba – hambanya.

Banyak cara agar kita senantiasa diperhatikan oleh Allah SWT salah satunya istiqomah dengan amalan baik. Ketika menghadap Allah SWT sebisa mungkin memiliki satu amal ibadah andalan yang kita istiqomah didalamnya, kita tidak pernah meninggalkan bahkan hingga malaikat maut hendak memisahkan ruh dari jasad. Hal itulah yang menyelamatkan kita dari siksaNya. Sebagaimana Firman Allah SWT :

“ maka beristiqomahlah kalian kepadaNya dan mohonlah ampunan kepadaNya “ ( QS fussilat : 6 )

Dari ayat tersebut Allah SWT memerintahkan kita untuk beristiqomah dan beristigfar. Maksud tafsir dari istiqomah ialah ikhlas dalam beribadah kepada Allah SWT sebagaimana apa yang diperintahkan Rasulullah saw. Istigfar yaitu mohon ampun untuk dosa – dosa yang telah lalu. Istiqomah selalu disandingkan dengan istigfar dikarenakan ketika seseorang mencoba beristiqomah dalam amalan baik pasti terdapat cacat dalam pelaksanaanya maka untuk melengkapi kesempurnaan istiqomah dari cacat yang ada. Allah SWT memerintahkan hamba – hambanya untuk senantiasa beristigfar.

Ayat ini usluqus shirat al mushi illallah artinya kita diperintahkan untuk meniti satu jalan yang menuju kepada Allah SWT. Adapun cara yang dapat kita lakukan diantaranya :

1. Membenarkan seluruh kabar atau berita yang datang dari Allah dan RasulNya baik perkara goib atau pun perkara lainnya. Maka ketika seseorang telah beristiqomah hendaknya percaya dan yakin terhadap apa yang telah menjadi ketentuan Allah SWT, seperti istiqomah dalam meyakini adanya hari akhir sehingga kita akan selalu berhati – hati dalam bertingkah dikarenakan apa yang kita kerjakan akan dimintai pertanggungjawaban OlehNya.

2. Mengikuti perintah Allah dan RasulNya, Allah memerintah kita untuk mengikuti apa yang Rasulullah bawa hal ini menjadi contoh istiqomah, contohnya perintah untuk berhijab, mengerjakan shalat, menunaikan zakat, mentaati suami dan lain lain.

3. Menjauhi larangan Allah swt seperti menjauhi zina beserta perkara – perkara yang mendekatkan kepada pintu zina, mencuri, minum khomer, ghibah, mencuri dan lain lain.

4. Terus menerus berada diatas ketaaatan, senantiasa muhasabah diri dan selalu merasa dalam pengawasan Allah.

Dalam istiqomah harus didasari atas keikhlasan kepada Allah SWT. Dalam setiap amal ibadah yang dikerjakan niatkan untuk meraih ridho Allah SWT, jangan sekali – kali menghadirkan unsur riya dalam ibadah yang dikerjakan karena setiap amalan tergantung pada niat dan seseorang akan mendapatkan sesuia dengan apa yang diniatkan.

Dalam suatu hadits diriwayatkan bahwa seorang sahabat meminta kepada Rasulullah Saw nasehat. Sahabat tersebut berkata : wahai Rasulullah katakan kepadaku tentang perkara islam, satu perkara yang aku tidak akan bertanya lagi kepada selainmu, Rasulullah Saw menjawab : “ kul amantu billah fastaqim katakanlah aku beriman kepada Allah dan beristiqomahlah terhadap perkataan itu “.
Iman dan istiqomah menjadi kecukupan sebagai modal seseoran untuk masuk ke dalam jannahNya. Istiqomah ada pada setiap sesuatu, istiqomah ada pada setiap perkataan, perbuatan, keadaan – keadaan kita dan istiqomah ada pada niat – niat kita. Istiqomah ini harus terjadi karena keikhlasan kita kepada Allah SWT. Istiqomah bisa dilakukan atas pertolongan Allah SWT. Hendaklah istiqomah dilakukan berdasarkan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Istiqomah lillah, billah , ala amrillah.

Nabi pernah mengajarkan doa kepada sahabat. agar semua anggota badan tetap taat maka harus berlindung kepada Allah SWT. Satu doa yang doa disini mengandung pengertian bahwa istiqomah harus dilakuakan pada anggota tubuh kita seluruhnya, adapun do’a yang dibacakan beliau kala itu “ ya Allah sesungguhnya Aku berlindung kepadaMu dari keburukan pendengaranku, aku berlindung kepadamu dari keburukan mataku, dari keburukan lisanku, dari keburukan hatiku dan dari keburukan kemaluanku “. Hadits ini hasan diriwayatkan oleh Imam At Tirmidzi.

Istiqomah bersifat mudawamah artinya dalam istiqomah harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya istiqomah dalam menjaga lisan saja, tapi hatinya tidak. Itu tidak cukup. Saya tegaskan bahwa istiqomah haruslah mencakup seluruhnya. Para ulama menilai istiqomahnya hati adalah afdolul istiqomah dan asal istiqomah berada pada istiqomahnya sebuah hati. Asal ketaatan berasal dari hati. Lisan menjadi penerjemah dan mengungkapkan apa yang ada dihati. Dibawah ini saya paparkan cara untuk bisa tetap beristiqomah :

1.Menjaga perasaan hati agar senantisa bersih, bertauhid kepad Allah SWT, megangungkan Allah dan selalu merasa diawasi Allah SWT. Jaga hati agar tidak dipengaruhi setan karena setan senantiasa mempengaruhi hati seseorang agar hati orang tersebut menjadi hati yang kotor. Adapun Cara menjaga hati yaitu mengetahui secara pasti pandangan Allah SWT. Allah SWT senantiasa memandang hati hambanya, ketika seseorang meyakini hal tersebut maka akan senantiasa menjaga kesucian hati ini dikarenakan jika hati kita kotor kita akan merasa malu kepada Allah SWT. Tumbuhkan rasa malu kepada Allah karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk pengagungan dan penghambaan diri kepada Allah SWT.

2.Benar – benar menganggap besar saat berjumpa dengan Allah SWT, memikirkan hari kiamat, termasuk golongan yang manakah kita nantinya, kanan atau kiri ?. Insyallah iltizam itu tumbuh jika kita benar – benar menjadikan ridho Allah SWT sebagai tujuan hidup.

Adapun buah dari istiqomah yaitu :

1.Malaikat akan turun kepada orang yang istiqomah dan memberikan kabar gembira.

2.Tidak takut akan perkara yang akan dihadapi diakhirat, tidak bersedih ketikapun mereka meninggal dunia karena apa yang mereka dapatkan diakhirat jauh lebih baik.

3. Allah SWT menjanjikan surgaNya bagi hamba – hamba yang senantiasa istiqomah dalam mengerjakan amal sholih.

Komentar

komentar