Bimbing dan ajari aku bagaimana menjadi Muslimah Sholihah idaman surga yang bahkan bidadaripun cemburu akan tentangku

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh: Gina Rohadatul Aisyi

Entah ini bisa dikatakan sebuah judul atau bukan, tapi aku sangat suka dengan kata-katanya. Semoga dan semoga kita sebagai para pembacanya, bisa termasuk kedalam muslimah sholihah itu. Aamiin

Apa kau pernah mendegar kata-kata ini?
Aku tak semulia Khodijah
Tak setaqwa Aisyah
Tak setabah Fathimah
Bukan juga sekaya Balqis
Apalagi secantik Zulaikha

Aku hanyalah wanita akhir zaman yang bercita-cita menjadi muslimah sholihah

Ya, itu kata-kataku yang aku posting di akun instagramku 6 hari yang lalu. Dan banyak orang yang membalas mengaminkannya. Tapi aku bukan sekedar menulis tulisan itu, lalu mempostingnya, bukan. Akupun merasa berat untuk melakukannya, berat karena aku pun harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hariku. Aku ingin seperti Hasan Al Basri, beliau salah satu sosok yang aku jadikan suri tauladan. Beliau menyampaikan dakwah, percis seperti apa yang beliau lakukan dalam kesehariannya. Tidak pernah keluar dari itu. Yang mana terkadang kebanyakan dari kita antara mulut dan perbuatan selalu bertolak belakang. Tapi tak apa, Allah selalu menerima proses setiap hambanya selama itu pengamalan dalam kebaikan. Karena mayoritas manusia yang belum bisa menjadi seperti Hasan Al Basri, maka untukmu wahai wanita sholihah jadilah minoritas itu. Jadilah pembeda dikalangan orang-orang yang mereka lalai akan kebaikan.

Wanita sholihah dia harus berhati bersih, ikhlas dalam setiap hal yang dia lakukan. Ikhlas dalam setiap ujian kala melandanya. Ikhlas ketika orang-orang tidak mengingat akan kebaikannya, tapi Allah Maha Mellihat. Aku ingat kata-kata yang aku dapat dari ayahaku, nak belajarlah untuk selalu ikhlas. Karena sebagian manusia, mereka hanya mengetahui apa hakikat dari hasil yang dia akan peroleh saat itu juga. Tidak memikirkan bagaimana dampak kedepannya. Tapi kala kita ikhlas, Allah akan beri lebih lebih lebih lagi. Bahkan diluar nalar pemikiran manusia.

Percayalah, setan sekalipun tidak akan mengganggu manusia yang hatinya terpaut akan keikhlasan. Sudah jelas bukan bahwa banyak sekali hikmah dibalik sebuah ikhlasan. Ikhlas, satu kata yang menurutku sangat susah untuk diterapkan dalam diri pribadi. Terkadang ketika mencoba untuk ikhlas, ada saja gangguannya. Bahkan banyak. Definisi ikhlas saja hanya aku dan Allah yang tau, saking rahasia dan susahnya ikhlas didapatkan. Tapi ingat sekali lagi sholihah, akan banyak sekali manfaat kala kita ikhlas. So, teruslah berusaha menjadi hambanya yang berhati ikhlas.

Oh ya, wanita sholihahpun harus bisa berdakwah. Aku pernah nonton tayangan Ustadz Zakir mengenai bagaimana cara beliau mendidik anaknya untuk menjadi sosok pendakwah seperti dirinya. Kata beliau didiklah mereka untuk berdakwah pada saat mereka pertama lahir kedunia. Ajarkanlah mereka untuk terbiasa berbicara didepan orang banyak. Sudah dapat kesimpulan? Ya, Ustadz Zakir sangat mengarahkan anaknya untuk bisa berdakwah. Ukhti, dakwah tidak selalu menjadi tanda bahwa seseorang sudah baik. Justru dakwah itulah yang menjadi catatan sekaligus peringatan bagi seseorang untuk menjadi lebih baik. Berdakwalah, tak perlu menunggu baik untuk menyampaikan hal yang baik.

Berdakwalah sampai menjadi baik, bukan berdakwah jika sudah baik. Bukankah keimanan terlalu manis untuk dirasakan sendiri? Maka berbagilah, berbagi kebaikan atas dasar cinta kepada sesama.
Sholihah, tetaplah setia~

Bukan setia menanti seseorang yang tak pasti. Tapi setialah menanti ketetapan Allah yang pasti, setialah menjaga Allah dalam hatimu. Tetaplah setia, karena janji Allah itu pasti. Dan buatlah bidadari cemburu akan tentangmu. (Gina Rohadatul Aisyi)

Komentar

komentar