Berani Mencoba dan Menepis Keraguan

Ilustrasi.

Oleh :Imas Masitoh

Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup berdetak paling tidak 31.104.000 kali selama setahun ?”

“Ha?” belalak jam terperanjat, “Mana sanggup saya ?”

“Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari?”

“Delapan puluhh enam ribu empat ratus kali ? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?” jawab jam penuh dengan keraguan.

“Bagaimanakalau 3.600 kali dalamsatu jam?”

“Dalam satu jam harus berdetak 3.600 ? Banyak sekali itu”. Tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

BACA JUGA:  Ijtima Ulama II Siap Digelar Akan Hadirkan Prabowo dan Sandiaga Uno

Tukang jam dengan penuh kesabaran bicara kepada si jam, “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik ?”

“Naaaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.

Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.104.000 kali.

Dari kisah diatas kita dapat mengambil hikmah bahwa “Ada kalanya kita ragu dengan tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankanya, ternyata kita mampu. Bahkan untuk pekerjaan yang kita anggap tidak mungkin untuk dilakukan sekalipun, karena otak akan berpikir sesuai dengan apa yang kita pikirkan.

BACA JUGA:  Terinspirasi dari Dewi Freya, Goldmart Luncurkan Freya Collection

Jadi jangan pernah berkata “tidak” sebelum anda mencobanya.” (Imas Masitoh – Mahasiswi STEI SEBI)

Comments

comments