Banyak Masalah di Pilkada Serentak Jabar 2017

Ilustrasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menuturkan ada sejumlah masalah yang ditemukan menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 di Provinsi Jawa Barat yakni Pilkada Kota Cimahi, Pilkada Kota Tasikmalaya dan Pilkada Kabupaten Bekasi.

“Jadi berdasarkan rapat yang digelar pagi tadi, terungkap bahwa masing-masing daerah masih memiliki persoalan yang harus dituntaskan,” kata Iwa Karniwa usai Rapat Persiapan Pilkada Serentak 2017 yang dihadiri oleh Sekda Kota Cimahi, Tasikmalaya dan Sekda Kabupaten Bekasi di Gedung Sate Bandung, Jumat.

Ia meminta Pemerintah Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Bekasi yang akan menggelar Pilkada Serentak 2017 agar segera menuntaskan sejumlah persoalan yang masih tersisa menjelang pemungutan suara.

“Saya minta segera dituntas dan dalam rapat tersebut juga embahas hal-hal yang berkaitan dengan Pilkada Serentak 2017 di Jawa Barat seperti kesiapan logistik hingga situasi dan kondisi keamanan di tiga daerah tersebut,” kata Iwa.

BACA JUGA:  Bersama ZIS Indosat, Rumah Zakat Hadirkan Desa Berdaya di Kota Cimahi

Menurut dia salah satu masalah yang dihadapi menjelang pelaksaan Pilkada Serentak 2017 di Jawa Barat ialah masih ada 118.287 daftar pemilih yang hingga pekan ini belum melakukan perekaman e-KTP di Kabupaten Bekasi.

Iwa mengatakan karena jumlah ini sangat tinggi maka pihaknya meminta agar Pemerintah Kabupaten Bekasi memantau secara ketat agar perekaman bisa tuntas sebelum pencoblosan.

“Alhamdulillah Pak Sekda Bekasi sudah memerintahkan camat untuk proaktif jemput bola dalam melakukan perekaman,” kata dia.

Masalah jelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 untuk Kota Cimahi, kata Iwa, ialah posisi Atty Suharti Tochija yang dalam pilkada ini mengajukan cuti kampanye dan akan habis pada 11 Februari mendatang dan menurut aturan kembali menjabat sebagai Wali Kota Cimahi.

BACA JUGA:  Bersama ZIS Indosat, Rumah Zakat Hadirkan Desa Berdaya di Kota Cimahi

“Sementara dari sisi daftar pemilih yang berjumlah 375.722 pemilih menurut Iwa sudah tidak ada masalah. Persoalan di Cimahi ini perlu diantisipasi. Karena yang bersangkutan ada kasus hukum dan sedang menjalani tahanan maka tidak boleh menjalani kewenangannya,” kata dia.

Sementara itu, lanjut Iwa, untuk Kota Tasikmalaya, persoalan daftar pemilih yang belum melakukan perekaman e-KTP juga masih terjadi dimana 928 orang masih belum merekam.

“Lalu dalam rapat juga memastikan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman yang mengajukan cuti kampanye akan kembali menjabat 12 Februari mendatang,” kata dia.

BACA JUGA:  Bersama ZIS Indosat, Rumah Zakat Hadirkan Desa Berdaya di Kota Cimahi

“Seperti tercantum dalam Mendagri bahwa pada akhir tugas plt dilakukan acara serah terima nota singkat pelaksanaan tugas kepada bupati walikota petahana di masing-masing, jadi pak Abbas Basari (Plt) menyerahkan lagi ke petahana,” lanjut Iwa.

Sementara itu Sekda Kota Cimahi Muhamad Yani menambahkan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 pihaknya memberi penekanan pada netralitas pegawai negeri sipil (PNS) dalam pesta demokrasi tersebut.

Menurut Yani, pihaknya sudah mensosialisasikan soal netralitas lewat surat edaran resmi serta imbauan dan pengawasan KPU dan Bawaslu. ” Jadi di dalam setiap momentum kami selalu menyampaikan agar PNS menjaga netralitas,”katanya.

Komentar

komentar