Ajari Aku Memaknai Cinta

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh: Azka Tahiyati

Cinta itu fitrah. Cinta adalah anugerah dari Allah kepada setiap hambanya. Cinta sebuah kata yang memiliki segudang makna yang setiap orang memiliki sudut pandang dalam mendefinisikannya. Datangnya pun terkadang tidak dirasa oleh sebagian orang. Mungkin itulah yang dinamakan the miracle of love.

Tanpa disadari aku terjebak disekelilingi kehangatan rona cinta yang dibuatnya. Terkadang ku bulatkan tekad untuk menjauh dari kehangatan rona itu , tapi entah mengapa raga ini tak kuasa untuk melepasmu. Sesekali hati ingin berpaling tetapi seperti ada tarikan magnet begitu kuat yang membuatku tak sanggup untuk berpaling darimu. Sejenak kuberfikir ada apakah antara aku dengannya ya Rabb ?.

Perasaan ini membuatku bertanya – tanya mengapa telepati diantara kami begitu kuat. Ketika aku teringat akan canda tawamu dan aku ingin bersapa dengannya dia langsung menghubungiku dan hal ini terjadi detik itu juga. Aku berusaha untuk tidak merespon, ternyata rayuan syeitan lebih ungggul dari imanku.
Kuakui jalan cinta ini penuh misteri. Keunikan cara yang kau buat mengacuhkan segalanya. Teka teki cinta yang kau buat berhasil melalaikan. Aku tidak tau bagaimana cara bersembunyi dibalik kegundahan hati yang menyelimuti perasaan. Kebingungan, dilema dan kerinduan bergelut menjadi sebuah emosi yang berkecamuk. Rasa ini mendatangkan kegundahan membuatku bingung bagaimana cara untuk menghilangkan adanya rasa yang tak biasa ini.

Episode demi episode dilewati. Badai menyapaku dengan sombong seakan – akan ia ingin menertawai kebodohanku karena telah memikirkannya. Kerap kali ku berusaha untuk menyingkirkan virus – virus yang mencoba untuk menghalangi kedekatannku denganNya namun usahaku gagal. Bunga – bunga cinta dan keharumannya berhasil membuatku terlena karena hasrat mahabbah ku kepadanya berada dititik puncak. Ingin rasanya bertahan tapi jika aku memilih bertahan hal ini membuat hidupku hancur lebur dalam sebuah kenistaan. Aku memilih mencontoh terhadap hukum kepuasaan sama yang mana ketika mencapai titik puncak lambat laun tingkat kepuasaan itu akan menurun begitu pula perasaanku. Saat ini kucoba untuk menata hati ini serapi dan sebaik mungkin agar kesucian cinta tidak ternodai oleh nafsu yang membirahi karena sangat tidak pantas jika seorang wanita mengumbar perasaan terhadap laki – laki.

Wanita ibarat perhiasan yang memiliki nilai jual tinggi. Jangan turunkan nilainya dengan mengumbar nafsu hanya untuk memenuhi keinginan pasangan yang statusnya belum jelas. Jika kehormatan seorang wanita ternodai, wanita itu sudah tidak memiliki nilai lagi dimata kaum lelaki dan bahkan laki – laki hanya memandang wanita tersebut layaknya sebuah barang yang tidak laku jika dijual dipasaran. Maka berbanggalah jika sampai saat ini kita semua tidak pernah berhubungan dengan laki – laki.

Mari buka lembaran baru. Jangan hadirkan hal – hal yang menggangu fikiran dan hati. Menjadi fitrah manusia akan kebutuhan cinta dan kasih sayang dari pasangannya. Namun semua itu memiliki waktu tersendiri. Jangan luangkan waktu , fikiran dan tenaga anda untuk memikirkan hal – hal yang tidak bermanfaat.

Saat ini yakinkan Allah bahwa anda memang pantas untuknya. Jangan tampakkan apalagi diungkapkan. Cintailah dalam diam. Cukuplah Allah yang tau mengenai rahasia besar yang disembunyikan hati. Berharap dan bergantunglah kepada Allah seperti halnya Ali bin Abu Thalib dan Fatimah r.a yang menggantungkan cinta mereka kepada Allah SWT. ” Rabbi ihfadlii uhibbatii faanta khorul haafidzin”.

Comments

comments