5 Jalan Mewujudkan Mimpi

Ilustrasi. (Istimewa)

Setiap kita pasti punya mimpi. Ada yang bermimpi atau bercita-cita menjadi Penulis, Pebisnis, Direktur sebuah perusahaan, Arsitektur, Presiden, dan lain-lain. Setiap kita juga punya jalan masing-masing untuk sukses. Entah mimpi dari yang sederhana sampai mimpi-mimpi yang aneh bahkan melampaui batas yang orang lain kadang berpikir mimpi kita itumustahil untuk diwujudkan, tinggal bagaimana kitanya yang ingin mimpi kita tercapai atau malah tertinggal.

Sukses bukan milik mereka yang berharta, bukan pula milik mereka yang mempunyai pangkat tinggi, tapi sukses adalah mereka yang mau bekerja keras dan bersungguh-sungguh dalam meraihnya.

Banyak jalan yang bisa kita tempuh untuk bisa mencapai impian-impian tersebut, dan cara setiap orang dalam meraih mimpi berbeda-beda, namun begitu, berikut adalah beberapa tips yang bisa dipraktekan untuk membantu mencapai mimpi-mimpi kita.

1. Positif Thinking.

Ya..! Positif thinking atau berpikiran positif. Dengan berpikiran positif maka kita akan dengan mudah mencapai tujuan kita. Banyak artikel-artikel atau tulisan-tulisan yang menyebutkan hal ini. Jika pikiran kita baik, maka apapun yang kita lakukan dan kerjakan akan membuahkan hasil yang maksimal jika dalam pikiran kita selalu memuat hal-hal yang positif.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Turut Salati Jenazah Korban Lion Air

Lain lagi halnya dengan orang yang dalam pikirannya selalu berpikiran negatif, belum apa-apa sudah bilang “ah.. ini mustahil, aku gak akan bisa.,!”. Kapan mau majunya?

2. Percaya Diri.

Percaya diri adalah hal yang harus kita miliki. Terkadang orang-orang yang lemah atau minder mereka tidak mempunyai kepercayaan diri yang kuat sehingga mudah sekali meyerah. Padahal sang Pencipta sudah menciptakan kita dengan bentuk dan keadaan yang paling sempurna diantara makhluk lainnya. Allah sudah memberikan kita kelebihan dan kekurangan sesuai porsinya, tinggal apakah kita akan memanfaatkan kelebihan itu atau hanya meratapi kekurangan? So, masih gak yakin dengan kemampuan diri. Ingatlah bahwa setiap kita adalah pemenang.

3. Optimis.

Optimis adalah salah satu kata yang tidak asing lagi di dengar. Dalam KBBI “optimis” adalah orang yang selalu berharap dan berpandangan baik dalam menghadapi segala hal. Setiap manusia sudah diciptakan dengan dua aset yang sangat berharga bagi hidupnya, yakni kesehatan dan waktu. Optimis dalam menjalani keduanya adalah hal yang sangat penting.

BACA JUGA:  Sang Alang Rilis Lagu ‘Sontoloyo’ dengan Nuansa Karnaval

“Manusia hanyalah kumpulan hari-hari. Satu hari darimu pergi, satu bagian dari dirimu ikut pergi.” (Perkataan Hasan Al Bashri).

Banyak juga kisah-kisah tentang optimis yang bisa kita jadikan pelajaran hidup.

4. Berani Mencoba.

Kita tidak akan pernah bisa mengukur sebuah kesuksesan jika untuk mencoba sesuatu saja tidak mau, bahkan yang lebih parahnya belum juga mencoba sama sekali sudah bilang “saya tidak bisa”.

Berani mencoba adalah salah satu jalan menuju sukses. Kita tidak akan pernah tau seberapa jauh sebuah perjalanan atau seberapa sulit sebuah pertanyaan jika kita belum mencoba menjalani keduanya. Maka dari itu jangan pernah berhenti untuk terus mencoba dan mencoba. Try.. try.. and try..!

5. Pantang Menyerah.

Pantang menyerahlah dan jangan mau kalah dengan keadaan. Jangan lupa selalu ada ALLAH yang selalu menyertai setiap langkah kita, pantang menyerah dan berdoa.

BACA JUGA:  Depok Canangkan Pembuatan 1 Juta Lubang Resapan Biopori

“Man Jadda Wa Jada (Siapa mau bersungguh-sungguh ia akan berhasil)”.

Mungkin kalimat ini sudah tidak asing lagi didengar, sebait kata mutiara yang selalu didengungkan dalam kelas di setiap pondok pesantren (tidak terkecuali di sekolah-sekolah umum juga) yang menjadi acuan para santri atau murid untuk tetap semangat dalam menimba ilmu dan mencapai mimpi-mimpi mereka. Pantang menyerah adalah jurus terakhir yang harus selalu kita pegang dalam setiap keadaan. Selemah apapun keadaan kita, seburuk apapun segala kemungkinan yang ada yang menimpa kita, pantang meyerahlah.

Bahkan sejak dulu Rasulullah selalu mengajarkan tentang pantang menyerah kepada pasukannya saat perang Badr, di mana pada saat itu jumlah pasukan muslim yang kalah jumlah dengan pasukan musuh, tapi Rasulullah saw. selalu menekankan keyakinan bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang yakin dan pantang menyerah dalam membela agama Allah.Wallua’lam bis shawab.

(Nihayatul Amaliah/STEI SEBI)

Comments

comments