43 E-Warong Siap Dibangun di 11 Kecamatan Kota Depok

DEPOK – Program E-Warong di Kota Depok secara resmi telah diluncurkan langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa. Program E-Warong adalah merupakan sistem penyaluran bantuan sosial yang dikembangkan oleh Kementerian Sosial berbasis non tunai, sebagai upaya untuk mencegah distribusi yang tidak tepat sasaran.

Walikota Depok, Mohammad Idris menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan program E-Warong ini.

“Semoga hadirnya Program E-Warong melalui kartu HIMBARA (Himpunan Bank-Bank Milik Negara) yang difasilitasi oleh BNI ini dapat menjadi salah satu alat untuk menurunkan tingkat kemiskinan di Indonesia, khususnya di Kota Depok,” ungkap Walikota dalam acara Peluncuran Layanan Elektronik Warung Gotong-Royong (E-Warung) KUBE di Kota Depok, di Aula Lantai 1, Gedung Balaikota Depok, Senin (9/1/2017).

BACA JUGA:  Wanita Era 45 Hingga Milenia

Idris juga berharap hadirnya E-Warong ini secara signifikan mampu menekan harga sehingga lebih kompetitif dibanding dengan harga di pasaran serta menjadi wadah untuk memasarkan produk-produk dari Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (KUBE PKH).

Selanjutnya akan didirikan sedikitnya 43 E-Warong di Kota Depok dengan lokasi menyesuaikan kebutuhan masyarakat.

“E-warong akan ditambah sesuai dengan jumlah keluarga PKH disetiap kecamatan di Kota Depok, minimal harus ada 43 E-Warong di Kota Depok,” ungkapnya.

Namun penambahan E-Warong masih menunggu arahan dari Kemensos. Pasalnya, keberadaan E-Warong yang saat ini di-launching akan dilakukan evaluasi, tentunya dengan melihat efektivitas dan manfaatnya bagi masyarakat di Kota Depok.

BACA JUGA:  Raperda Tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD Segera di Ajukan ke Gubernur

Idris juga mengatakan akan ada evaluasi dari berbagai pihak sebagai bahan perbaikan dalam pembangunan E-Warong selanjutnya. Berdasarkan evaluasi tersebut, nantinya menjadi bahan masukan dalam membentuk E-Warong di wilayah lain agar kekurangan yang dirasakan masyarakat tidak terulang di wilayah selanjutnya. Penambahan E-Warong akan dilakukan berdasarkan kesiapan dari masing-masing wilayah. Mengingat, pembentukan E-Warong tersebut dilakukan oleh beberapa pihak yaitu Koperasi, Badan Urusan Logistik (Bulog), dan Perbankan.

Komentar

komentar