Surat Cinta Untuk Ibu

Ilustrasi. (Istimewa)

Oleh: Haryati

Goresan tulisan ini aku tulis dengan hati yang penuh cinta yang menusuk sanubari, dengan tangan yang gemetar tatkala menuliskan huruf demi hurufnya, dengan pikiran yang tiba-tiba kabur saat kuingat siapa penerimanya. Aku goreskan catatan singkat ini untuk seseorang yang sangat berarti dalam hidupku, yang selalu mengingatku dalam setiap sujudnya, yang selalu memikirkanku disetiap hembusan nafasnya, yang selalu memperjuangkanku dalam setiap hidupnya. Beliau lah malaikat pelindungku, darahku, jantungku, pelengkap hidupku, dan beliau lah rahasia bahagiaku. Dia lah ibuku, sosok wanita tangguh yang pertama kali aku lihat dikehidupan nyataku, sosok superhero yang benar-benar aku miliki dan selamanya akan kumiliki.

Ibu.. Aku tak tau mengapa dalam sekejap tak dapat menulis banyak kata ketika memikirkanmu. Maafkan anaakmu yang tiba-tiba kehilangan semua yang kau ajarkan dulu, menulis, merangkai kata, tapi percayalah bu, aku seperti ini karena ketidaksanggupanku berhayal tentangmu yang aku tau hanyalah kenyataan yang lebih indah dari sekedar khayalan.

BACA JUGA:  Inilah Nikmat Terbesar

Ibu.. Tak tau kata apa yang pantas aku sampaikan untuk semua pengorbananmu, bahkan kata yang ditulis dari tinta emas pun tak pantas untuk menyatakan terimakasihku. Kau yang selalu menjagaku ketika kita pernah hidup dalam satu raga, tak cukup ketika telah berlainan raga pun kau tak henti untuk menjagaku, kau yang mengorbankan hidup dan nyawamu untukku, kau selalu ada untukku. Kamu yang rela membangunkan mata kantukmu disaat lelap tidurku ketika aku meninangis, kau yang selalu mempersiapkan segala kebutuhanku dengan tangan halusmu.

Kini, badan yang dulu kuat menopang dua orang dalam satu raga perlahan mulai membungkuk, kulit kencang yang dulu selalu mendekapku dalam hangat sekarang sudah mulai mengendur. Suara indahmu yang selalu menasehatiku, kini mulai perlahan mengecil volumenya, mata indah penuh cinta yang kau gunakan untuk menatapku, kini sudah mulai hilang kejelasan cahayanya. Tapi ada satu hal yang tak pernah hilang dimakan usiamu, hal yang akan terus mengalir dan tak akan bermuara yaitu kasih sayangmu.

BACA JUGA:  Menjadi Seorang Entrepreneur

Ibu.. Maafkan aku yang belum bisa membalas setitik pengorbananmu, karna tak mungkin bisa aku melakukannya. Yang bisa aku lakukan hanya melakukan yang terbaik yang dapat membuat goresan indah diwajahmu yang mulai keriput, membuatmu melupakan semua beban yang harus kau derita setidaknya saat aku berada didekatmu. Aku sadar bahwa ketikaaku mendapatkan kebahagiaan maka distitulah doamu sedang dikabul oleh-Nya.

Aku bukan anak yang dapat dengan romantis mempermainkan kata-kata indah didepanmu, aku bukan yang mengucapkan selamat hari ibu di media sosial yang aku punya. Maafkan aku bu, aku hanyalah anak yang dapat mengucapkan Robbighfirli waliwali dayya warhamhuma kama robbayani soghiro disetelah sholatku. Maafkan aku bu jika aku belum bisa menjadi anak yang membanggakanmu, walau aku tau engkau tak pernah meminta balasan atas semua pengorbananmu dan aku tau kebahagiaanmu itu sangatlah sederhana yaitu ketika melihatku tersenyum lepas dihadapanmu.

BACA JUGA:  Menjadi Seorang Entrepreneur

Aku pernah membaca sebuah tulisan yang berbunyi Belajar kesabaran dari Asiyah, kesetiaan dari Khadijah, kemurnian dari Maryam, ketulusan dari Aishah, dan ketabahan hati dari Fatimah. Tanpa bermaksud untuk tidak menghargai Ummul mu’minin tadi, aku dapat belajar semua tentang itu dari satu orang yang sangat aku sayangi, belahan jiwaku, semangat hidupku, yaitu Ibuku

Ibu.. Percayalah dimanapun aku berada aku akan berusaha menjadi anak yang membuatmu selalu tersenyum, tapi sampai kapanpun aku akan tetap menjadi anak kecil yang selalu manja ketika bersamamu, aku akan selalu merindukan nasehat-nasehatmu, dan aku akan selalu haus akan do’a yang terucap dari bibir manismu. Aku sayang ibu dengan sepenuh hatiku, tak akan ada yang bisa menggantikan tempatmu dihatiku, karena engkau lah hatiku, belahan jiwaku, engkaulah Ibuku… Aku sayang Ibu.

Komentar

komentar