Serapan Anggaran Dinas Bimasda Depok Capai 80%

Jalan Raya Citayam eks bangunan liar yang dibongkar kemudian dicor agar jalan semakin lebar.

DEPOK – Serapan anggaran Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) sampai dengan hari ini, sudah mencapai 80%. Demikian yang disampaikan Kepala Dinas Bimasda Manto saat menerima kunjungan Walikota Depok, Mohammad Idris, di Ruang Kerjanya, Selasa (27/12/2016).

Adapun maksud dan tujuan kunjungan Walikota Depok untuk mengecek secara langsung terkait penyerapan anggaran kegiatan yang sudah terealisasi di Dinas Bimasda.

“Saya mengingatkan agar pencairan tetap sesuai dengan prosedur yang ada, artinya pembangunan fisik selesai, baru dibayar dan juga harus sesuai spesifikasi,” pesan Walikota Depok dalam siaran pers Humas Pemkot Depok.

Terkait tipe proyek pengerjaan di Dinas Bimasda yang dilakukan menjelang akhir tahun, karena skala proyek yang besar dan memakan waktu perencanaan yang lama, Walikota Depok menginstruksikan agar hal ini dievaluasi.

BACA JUGA:  Dianggap Tak Kooperatif, Ombudsman Akan Panggil Paksa Wali Kota Depok

“Lelang yang pelaksanaannya pada akhir-akhir tahun, sehingga pelaksanaan fisikpun akhirnya tergesa-gesa karena spare waktu yang sedikit, pengawasanpun berkurang karena pelaksanaan fisik berbarengan. Saya minta ini untuk dievaluasi,” ujar Idris.

Beliau berharap, Tahun 2017 nanti, Dinas Bimasda dapat menggelar kegiatan fisik mulai dari bulan April secara bertahap, baik itu Bidang Sumber Daya Air, Bidang Bina Marga, Bidang Infrastuktur dan Jasa Konstruksi, maupun Bidang Pemeliharaan.

Walikota Depok juga meminta masukan atau kajian dari Dinas Bimasda terkait pelimpahan kewenangan kepada Camat terkait kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan langsung oleh wilayah.

BACA JUGA:  Scie-Cent IsEF SEBI Gelar Kajian “Edukasi Fintech"

“Walikota Depok meminta rekomendasi dari dinas, terkait kegiatan-kegiatan apa saja yang dapat dilimpahkan, yang dapat dilaksanakan oleh pihak kecamatan. Tadi kami menyarankan kegiatan yang dapat dilimpahkan ke kecamatan itu lebih kepada yang bersifat pemeliharaan, misalnya pemeliharaan drainase. Nanti kegiatan-kegiatan itu pada dasarnya penunjukan langsung, yang sederhana, tetap prosedur lelang juga. Itu dilaksanakan oleh kecamatan dengan harapan nanti drainase-drainase yang sudah dibangun oleh dinas akan dipelihara,” jelas Kadis Bimasda, Manto.

Dalam kesempatan tersebut juga membahas evaluasi struktur organisasi.

BACA JUGA:  Pebalap Depok Dimas Ekky Pratama Debut di Moto2 Malaysia

“Kedepan Seksi Bintekdal (Bina Teknik dan Pengendalian) akan dihapus. Karena fungsi selama ini Seksi Bintekdal itu melakukan, membuat, melaksanakan kegiatan perencanaan, DED, kemudian konsultan, pengawas, seksi ini yang melelangkannya. Sementara dua seksi lainnya yakni Seksi Pembangunan dan Seksi Pemeliharaan menunggu penyelesaian pekerjaan dari Seksi Bintekdal. Oleh sebab itu kami melakukan evaluasi, karena ini menyebabkan lelang itu terlambat. Akhirnya untuk stuktur organisasi kedepan, Seksi Bintekdal ditiadakan atau dihilangkan. Sedangkan fungsi perencanaan melekat di masing-masing seksi,” jelas Kadis Bimasda. (mira/Humas Pemkot))

Komentar

komentar