Musisi Depok Juara Satu Lomba Cipta Lagu Daerah

DEPOK – William “Sky” Matakena, seorang musisi warga kelurahan Baktijaya-Depok, berhasil meraih juara pertama “Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara” yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni SMA 6 Jogyakarta yang didukung oleh Kementerian UKM dan Pariwisata, serta sponsor lainnya. Gelaran acara ini diadakan di ballroom-Kuningan City, Jakarta (7/12) lalu, yang oleh panitia, dihadirkan para pengarang lagu dari berbagai daerah yang masuk 10 besar dari lomba ini.

Lagu berjudul “Tahuri” yang berbahasa Maluku yang diciptakannya, menjadi jawara dari 10 lagu daerah yang masuk nominasi lomba pada tahun 2016 ini. Menurut Sky, begitu ia karib disapa, tak menyangka lagu yang diciptakannya meraih gelar tertinggi di lomba ini. “Saya tidak menyangka jadi juara satu, karena keikut-sertaan saya pada lomba ini dasarnya hanya karena ingin berkarya lewat lagu buat negeri ini, yang memang memiliki kebudayaan yang beragam, dan wujud kecintaan pada bangsa ini saya tuangkan dalam lagu,” papar pria berdarah Maluku ini. “dan dari beberapa kali pelaksanaan lomba ini, di tahun inilah lagu Maluku berhasil menjadi juara satu,” ungkapnya senang.

Menurut pengakuannya, sebenarnya ia agak telat mengirimkan karyanya di ajang ini. Informasi mengenai adanya lomba inipun diperoleh dari seorang teman musisinya melalui media social (medsos). Beberapa hari sebelum batas pengiriman hasil karya ditutup, ia mengirimkan via e-mail karyanya itu dalam format MP 3 ke panitia. Adapun panitia menyediakan waktu sebulan bagi para peserta untuk mengirimkan karyanya (25 okt-25 nov 2016). Tak dinyana, lagu “Tahuri” karyanya masuk nominasi !

BACA JUGA:  1.200 Lebih Mahasiswa Ikuti #IndonesiaNext Wilayah Jabotabek

Syair lagu ini bercerita tentang budaya masyarakat Maluku yang mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan, atas hasil panen pertanian dan hasil laut yang melimpah. Di berbagai daerah di Indonesia, memang lazim diadakan acara semacam ini, yang lazim di sebut “sedekah bumi”. Tahuri itu sendiri secara harfiah adalah kerang besar yang dijadikan semacam terompet oleh masyarakat Maluku yang mayoritasnya berada di pesisir, bila ada acara kegiatan yang memanggil khalayak untuk berkumpul. Dalam konteks ini, berkumpul untuk mengungkapkan puji-syukur pada Tuhan Yang Esa.

Uniknya, lagu Tahuri ini juga menampilkan bunyi-bunyian musik perkusi dari beberapa daerah Indonesia, walau lagu ini berbahasa Maluku. “ini makin menguatkan rasa Indonesia dalam lagu ini, yang memang bangsa ini memiliki budaya-kesenian yang beragam,” imbuh Sky. Menurut Sky, ketika sudah masuk nominasi, oleh pihak panitia yang dibantu para musisi dan arranger kenamaan negeri ini, lagu Tahuri digubah menjadi lebih bagus, untuk ditampilkan pada acara final nominasi pemenang pada malam (7/12) itu. Oleh panitia, ditunjuk Matthew Sayerz (penyanyi Jazz) untuk membawakan lagu ini, yang kebetulan juga berdarah Maluku. “Lagu ini sangat pas dibawakan oleh Sayerz, dimana lagu ini punya tingkat kesulitan tinggi, dengan tempo 6/8, tidak lazim yang biasanya lagu pop itu 4/4,” terang Sky.

BACA JUGA:  Milad ke-1, Jawara Betawi Gelar Tasyakuran

Dengan musik yang kaya instrumen, variatif, dan syair lagu yang melambangkan kecintaan pada budaya negeri inilah yang menjadikan pijakan dewan juri yang terdiri dari Bens Leo (pengamat musik), Ubieth (penyanyi), Remi Silado (budayawan), dan Rieke Ruslan (penyanyi) untuk memilih “Tahuri” jadi juara satu. “Lagu dengan tema seperti ini harus sering dibuat, musiknya kaya instrument, bervariasi, dan iramanya mengundang orang-orang untuk bergoyang,” ujar Sky mengutip komentar Bens Leo.

Kedepannya, Sky berharap, acara lomba seperti inilah yang harus kerap diadakan, untuk mempererat persatuan Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan budaya serta kesenian. “Acara semacam ini akan mampu mengangkat potensi budaya Indonesia, dan langsung tidak langsung, dari lagu akan mengenalkan wisata daerah yang ada di Indonesia, karena pada umumnya lagu-lagu daerah yang ditampilkan menampilkan pesona alam, serta budaya masyarakatnya,” pungkas Sky.

BACA JUGA:  Dianggap Tak Kooperatif, Ombudsman Akan Panggil Paksa Wali Kota Depok

10 Finalis Lomba Cipta Lagu Pop Daerah Nusantara (sesuai huruf abjad) :
1. Gadis Melayu karya Geiskha Erwin dari Jambi
2. Betawi Masa Kini Peduli Budaya karya Sekar Khatulistiwa dari Jakarta
3. Ingek Maninjau karya Chikita Meidy dari Sumatera Barat
4. Malioboro karya Umi Saudah (Ezaumi) dari Jawa Tengah
5. Paguntaka karya Arief Muttaqiendari Pulau Bunyu
6. Sao Flores karya Ivan Nestorman dari Flores
7. Tahuri (lagu Maluku) karya Matakena, WMJ asal Kota Depok
8. Tanoh Meutuah karya Asrul Syarif dari Aceh Besar
9. Tao Toba (lagu batak) karya Doni Evans Gultom dari Banjarmasin
10. Torang Bangga Indonesia karya Stanly Teddy Landung dari Manado

(Asliatama Ahmad)

Komentar

komentar