Mengurangi Sampah Kota Depok Mulai dari Hulu

Kasubid Pengawasan LB3 dan Penataan Hukum Lingkungan BLH Kota Depok, Indra Kusuma Cahyadi, ST. (Foto San/DepokPos)

DEPOK –┬áDi Kota Depok, masalah sampah menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Depok terutama ketika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang harus berpindah ke Nambo pada tahun 2018. TPA Nambo sendiri merupakan TPA regional antara Bogor dan Depok.

Karena Kota Depok nantinya tidak lagi memiliki TPA, maka yang harus dikejar adalah pemilahan atau pengurangan sampah mulai dari hulu yakni sumber sampah dari rumah tangga dan pertokoan.

Demikian ditegaskan Kasubid Pengawasan LB3 dan Penataan Hukum Lingkungan BLH Kota Depok, Indra Kusuma Cahyadi, ST. saat ditemui depokpos diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

“Yang harus kita genjot saat ini adalah pengurangan sampah muai dari sumbernya yakni dari tiap rumah dan sumber-sumber sampah lainnya seperti pertokoan dan kawasan. Makanya Depok ngejarnya disitu, sejak era Pak Nurmahmudi hingga sekarang, karena kita ingin mengurangi sampah yang masuk ke TPA,” jelas Indra.

Saat ini di Kota Depok sudah ada lebih dari 400 bank sampah diseluruh kecamatan di Kota Depok dan ada lebih dari 40 UPS. Indra juga mengatakan Depok sudah mulai membentuk tim buser yang menangkap orang-orang yang membuang sampah sembarangan.

“Di tahun 2016 ini sudah ada sekitar 211 orang yang tertangkap tangan membuang sampah sembarangan, jadi ada shock terapi dalam penegakan hukumnya bagi sipembuang sampah sembarangan supaya masyarakat sadar betul bahwa memang pengolahan sampah di Kota Depok ini perlu kerjasama dengan semua elemen masyarakat sehingga yang diharapkan ada kesadaran dari masyarakat,” tegasnya.

Indra menambahkan bahwa saat ini, Kota Depok sendiri sedang berupaya mengejar adipura, meskipun tanpa adipura juga tetap akan bekerja berupaya menganggulangi permasalahan sampah, namun adipura diharapkan bisa menjadi pemicu semangat.

Beberapa waktu lalu juga Pemkot Depok melakukan aksi ketuk pintu, aksi adalah sebagai upaya mengajak masyarakat terutama dikawasan pertokoan untuk memilah sampah menjadi lima jenis dan mengajak menanam pohon.
“Minimal didepan toko diharapkan ada satu pohon dan ada satu tempat pohon. Juga tetap mendukung program plastik berbayar, karena spirit plastik berbayar ini bukan di ‘bayar’ nya tapi dipengurangan sampahnya,” pungkas Indra. (San/Depokpos)

Komentar

komentar