Kapal Pembangkit Listrik Turki untuk 2017

(Istimewa)

JAKARTA – Indonesia saat ini memang masih banyak membutuhkan suplai listrik. Berdasarkan hasil proyeksi kebutuhan listrik Indonesia dari tahun 2003 s/d 2020 yang dilakukan Dinas Perencanaan Sistem PT PLN (Persero) dan Tim Energi BPPT, terlihat rata-rata pertumbuhan kebutuhan listrik di Indonesia sebesar 6,5% per tahun dengan pertumbuhan listrik di sektor komersial yang tertinggi, yaitu sekitar 7,3% per tahun, disusul sektor rumah tangga, pertumbuhan kebutuhan listrik sebesar 6,9% per tahun.

Keterbatasan suplay listrik ke masyarakat menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih cukup besar. Sampai dengan akhir 2015, tak kurang dari 2.519 desa di Indonesia belum memperoleh aliran listrik. Tak cuma itu, dilansir terdapat 12.659 desa yang belum terlistriki dengan baik, yang 24 jam penuh. Untuk memenuhi kebutuhan itu, pemerintah mengambil beberapa upaya. Di antaranya seperti mendatangkan Kapal pembangkit listrik dari Turki yang saat ini sudah berada di Bolok, Kupang Barat. Rencananya, kapal yang sama juga akan membantu masalah kelistrikan yang ada di wilayah Nusa Tenggara Barat. kondisi NTT dan NTB memang membutuhkan suplai listrik. Meskipun secara umum, kebutuhan listrik NTB saat ini masih mampu dipenuhi jika dibandingkan dengan kondisi NTT. Cadangan listrik yang dimiliki NTB saat ini masih ada sebesar 40 megawatt.

BACA JUGA:  Mentawai Gelar Festival Muanggau

Untuk menyambut beroperasinya Kapal Pembangkit Listrik ini, dilakukan beberapa persiapan. Di antaranya pembangunan jaringan transmisi listrik dari gardu induk menuju ke kapal. Kapal listrik untuk wilayah NTB akan ditempatkan di perairan komplek pembangkit listrik tenaga uap Jeranjang, Desa Kebon Ayu, Kabupaten Lombok Barat. Nantinya, kapal tersebut bisa dipindah-pindahkan ke daerah-daerah lain seperti pulau Sumbawa dan NTT.

Secara umum, pertumbuhan energi nasional, kini rata-rata mencapai 8,4 persen setahun. Penggunaan listrik per kapita Indonesia saat ini memang sekitar 910 kWh per kapita. Angka ini belum seberapa, dibandingkan beberapa Negara tetangga. Penggunaan listrik per kapita kita baru sepersepuluh Singapura, seperlima Malaysia, seperdua Thailand, unggul sedikit dari Filipina.

BACA JUGA:  KPK Tangkap Tangan 4 Oknum PN Jakarta Selatan

Kecilnya kapasitas pemakaian listrik ini, sepadan dengan kurangnya ketersediaan energi listrik di Indonesia. Padahal kebutuhan listrik nasional mencapai 115 gigawatt pada 2025 mendatang.

Komentar

komentar