Hal-hal yang Harus Dihindari Dalam Organisasi

Ilustrasi.

Oleh: Ilyas Syaiful Malik

Dalam berorganisasi kita akan menemukan karakter tiap individu berbeda-beda, ada yang pemarah, penyemangat, penyabar, dan sifat-sifat lain nya. Namun ada beberapa hal yang harus dihindari saat berorganisasi.

Dalam Al-Qur’an banyak sekali perintah untuk berorganisasi (Berjama’ah) karena kebermanfaatannya. “Domba yang sendirian akan lebih mudah diburu kawanan Serigala yang kelaparan dibanding Domba yang berjama’ah (berkumpul).”

Ada tiga hal yang harus kita hindari dalam berorganisasi, antara lain:

Kikir

Kikir atau bakhil disini adalah bakhil atas segala yang dimiliki. Tidak hanya harta, namun juga kikir terhadap fikiran, tenaga, dan waktunya. Enggan memikirkan organisasinya, merasa dirinya dirugikan dalam berjama’ah. Ada dua sikap yang biasanya dimiliki oleh orang yang kikir diantaranya:

  • Perhitungan, yaitu melihat seberapa lelah diri nya dan seberapa lelah teman seorganisasi nya. Melihat bahwa dirinya adalah orang paling lelah dalam organisasi tersebut dan enggan melakukan hal yang tidak memberikan keuntungan bagi dirinya.
  • Tidak yakin terhadap pahala dari Allah SWT, yaitu lebih mengedepankan apresiasi duniawi, tidak memikirkan seberapa besar pahala yang didapat disisi Allah SWT ketika berjama’ah.

Mengikuti hawa nafsu

Manusia apabila mengikuti hawa nafsu, maka ia akan enggan berlelah-lelah. Jika diibaratkan, nafsu seperti bayi yang “merengek” meminta ini dan itu agar keinginan nya dapat terpenuhi. Sikap yang biasanya dimiliki oleh hal ini diantaranya:

  • Tidak punya prinsip, kemanapun melangkah akan mengikuti orang lain, orang lain bersantai maka ia akan bersantai, ketika orang lain bekerja, maka ia akan bekerja pula. Bekerja berdasarkan apa yang diminta kemudian kembali santai dan istirahat tanpa memiliki inisiatif melakukan hal lain untuk dikerjakan.
  • Senang mengeluh, merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling lelah “sejagad raya”, dan ingin semua orang tau betapa lelah dirinya. Tidak peka terhadap kelelahan yang juga dialami rekan nya.

Takjub terhadap diri sendiri

Merasa sombong dan dapat memecah belah, merasa bahwa dirinya paling berharga dan menganggap teman seorganisasinya tidak melakukan apa-apa. Sehingga tidak memperdulikan rekan organisasi nya bekerja atau diam, ia hanya sibuk mengapresiasi diri sendiri atas usahanya. Sikap yang biasa dimiliki hal ini antara lain:

  • Senang dipuji, berharap mendapat pujian atau apresiasi dari orang lain atas usahanya “sendiri” dalam sebuah organisasi.
  • Tidak suka dinasihati, karena merasa yang paling berkontribusi dalam organisasi tersebut, maka segala aspek nasihat dari teman-teman nya tidak akan masuk kedalam fikiran nya.
  • Merasa lebih besar dibanding organisasinya, cenderung menganggap organisasinya tidak berkontribusi, bahkan bisa ia lakukan sendiri tanpa harus membentuk sebuah organisasi.
  • Senang mendengar aib orang lain, karena merasa bahwa dirinya yang paling sempurna telebih jika dibandingkan dengan si “A” atau si “B”

Itulah ketiga hal yang harus dihindari dalam berorganisasi, sebelum terjun dalam jama’ah maka kita harus tahu terlebih dahulu apa saja yang akan kita hadapi. Dan saran penulis untuk menghindari hal-hal tersebut adalah dengan tetap mengedepankan istisyarah dan istikharah. Karena Allah SWT memerintahkan kita untuk bermusyawarah dan istikharah dalam mengambil keputusan.

Apresiasi akan setimpal dengan jumlah tenaga yang telah dikeluarkan, jika merasa tidak sebanding balasan nya di dunia, yakinlah ada pahala dari Allah SWT di akhirat. Lebih baik dikenal penduduk langit atas usaha keras kita, dibandingkan segala apresiasi penduduk bumi yang justru membuat kita bangga diri dan sombong. Wallahua’lam bishawab (Ilyas Syaiful Malik)

Komentar

komentar